Masjid Wisata Bontang; Biar Tekor Asal Kesohor

Bontang, nomorsatukaltim – Proyek konstruksi masjid terapung di Kelurahan Lok Tuan dilanjut tahun depan. Tapi pelataran masjid tetap dikerjakan akhir tahun ini. Nilainya Rp 15 miliar. Awalnya Rp 30 miliar tapi dipangkas separuh akibat COVID-19.

Pelataran masjid itu nanti akan jadi tempat parkir. Ada juga pusat-pusat kuliner. Cantik sekali. Karena memang masjid ini didesain untuk ikon wisata Bontang di kawasan pesisir.

“Semuanya (dana-red) dari APBD Bontang, Bu Wali memang wanti-wanti supaya dikerjakan bagus-bagus,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Taviv Nugroho beberapa waktu lalu.

Wisata pesisir Bontang sudah banyak. Dari kampung wisata, hingga taman mangrove. Pemiliknya juga ada yang dikelola daerah, Taman Nasional Kutai, hingga swasta.

Semuanya berlomba menjual objek wisata mereka paling indah. Tapi Pemkot Bontang inisiasi untuk bangun masjid wisata. Konsentrasinya dialihkan ke proyek fisik.

Mangrove ? tak lagi. Pun kemarin sempat heboh. Taman Mangrove di Berbas Pantai sana kumuh sekali. Sampah plastik jadi ‘hiasan’ di dasar taman. Jorok sekali. Aromanya juga bau. Sampah mengendap dan berlapis-lapis.

Setelah disorot, barulah pemerintah peduli. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Berbas Pantai dan organisasi masyarakat serta penggiat lingkungan langsung turun bersih-bersih.

Hari itu juga langsung bersih seketika. 4 kali mobil dump truck bolak-bolak angkut sampah yang menggunung.

“Karena di kawasan pesisir risikonya gelombang laut yang bawa sampah ke pinggir makanya menumpuk,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yessy Waspo kepada wartawan kala itu

Dari masalah sampah itu, pemerintah akan memasang jaring keliling. Supaya sampah dari laut tak lagi mengotori tempat wisata. Cara paling praktis memang, ketimbang menyusun program penanganan sampah berkelanjutan.

Namun, yang pasti kini pemerintah lebih mengedepankan proyek ikonik masjid untuk wisata itu. Alih-alih mengembangkan tempat wisata yang sudah ada, justru membangun satu infrastruktur monumental.

Pemerintah dinilai hanya akan menghambur rupiah demi pembangunan masjid terapung. Lokasi masjid berada di Kelurahan Lok Tuan, dinilai tak strategis dari  hiruk pikuk wisatawan domestik.

Kebijakan itu turut dikritisi penggiat wisata Bontang.  Seharusnya pemerintah fokus saja meningkatkan kualitas lokasi wisata yang sudah ada. Bukan malah mendirikan bangunan monumental yang hanya diminiati temprorer.

“Harusnya yah kembangkan lah wisata yang ada, mangrove, Bontang Kuala, Beras Basah, yang sudah ada nama. Lah ini kok malah bangun masjid untuk wisata. Masjid itu yah buat salat,” ketus Fahmi penggiat wisata maritim di Bontang.

Tapi pemerintah tak ambil pusing.  Biar tekor asalkan kesohor. (wal/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar