April 2021 KONI Kaltim Agendakan Puslatda

KONI Kaltim kembali menargetkan meraih posisi 5 besar di Papua nanti.

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sebelum PON XX Papua 2020 diundur ke tahun 2021 di bulan yang sama, Oktober. Kontingen Kaltim untuk PON sebenarnya sedang bersiap menatap Puslatda. Seluruh cabor sudah menjalani tahapan TC Mandiri.

Beberapa cabor diketahui sudah sampai persiapan khusus. Yaitu tahapan di mana atlet sudah fokus pada peningkatan skill, teknik, dan taktik. Sementara beberapa cabor lainnya masih berkutat di persiapan umum. Yang mencakup peningkatan fisik dan persiapan dasar lainnya.

Malah tim konsultan sudah melakukan uji fisik tahap pertama untuk seluruh cabor. Yang kala itu mayoritas atlet sudah memenuhi standard. Hanya beberapa yang lolos dengan catatan.

Ketika PON fiks diundur, Konsultan Teknik KONI Kaltim Dikdik zafar Sidik. Yang tugasnya memang menyusun program peningkatan prestasi atlet Kaltim. Meminta cabor kembali ke tahap persiapan umum. Mengendurkan lagi intensitas latihan.

Karena setelah persiapan khusus, selanjutnya adalah menjalani TC terpadu alias Puslatda. Di mana seluruh atlet dan cabornya akan dikarantina selama 6 bulan di satu tempat. Diakhiri dengan uji coba yang waktu itu ramai-ramai cabor ingin uji coba di luar negeri. Dua bulan menjelang PON.

Berbicara program penyesuaian. Puslatda kontingen Kaltim bakal diagendakan 6 bulan sebelum PON tahun depan.

“April atau Mei, pandemi tidak ada kita sentralisasi atau puslatda. Waktu enam bulan sudah cukup untuk memantapkan persiapan sebelum berangkat ke Papua,” kata Zuhdi, Kamis (15/10/2020).

Walau sempat membuat mental atlet sangat down. Penundaan ini setelah dipikir-pikir, juga menguntungkan Kaltim. Karena secara otomatis bisa memperpanjang waktu persiapan.

Kelonggaran ini juga tak membuat KONI Kaltim berleha-leha. Selama pandemi, walau cabor sedang cooling down. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kaltim tetap bekerja keras. Sejak awal WFH, di mana atlet juga diminta berlatih di rumah. Tim Monev selalu mendata perkembangan atlet. Utamanya soal fisik atlet.

Malah belakangan Tim Monev menggunakan Battery Fitnes Tes (BFT). Dengan alat ini, pengukuran fisik atlet makin akurat. Malas rajinnya atlet berlatih sangat kentara. Datanya diambil sebulan sekali. Sama seperti sebelumnya. Tentu pelaksanaannya juga melibatkan tim pelatih masing-masing cabor.

“Kita ada Tim Monitoring dan Evaluasi. Kemudian setiap bulan ada tes fisik,” tambahnya.

Disinggung soal target di Papua, Zuhdi tetap optimis Kaltim bisa finish di lima besar. Sejauh ini dalam dua edisi terakhir PON, Kaltim lah kontingen di luar pulau Jawa yang berhasil duduk di lima besar. Bahkan waktu menjadi tuan rumah 2008 lalu menempati peringkat tiga.

“Target tetap lima besar. Saya yakin, meskipun cabor yang dipertandingkan nanti sedikit. Saya optimistis,” tutup Zuhdi. (fdl/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar