Tergantung Paslon 02

Demi keadilan. Tim paslon nomor urut 1, Seri Marawiah dan Agus Tantomo, mengusulkan perubahan jadwal dan zonasi kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau. Meski sudah ditetapkan. Bahkan sudah berjalan sesuai tahapan pilkada serentak 2020. Dimulai pada 26 September 2020 lalu.

Tanjung Redeb, Disway – Perwakilan Tim Kampanye Paslon 1, Laode Muhu Maddin menyampaikan, pengajuan perubahan jadwal kampanye bukan terjadi masalah. Hanya memperbaiki yang baik, menjadi lebih baik. Jangan sampai ada persepsi ketidakadilan. Baik dari paslon 1 maupun 2.

“Intinya menyinkronkan zona dengan waktu yang sama. Jika paslon 1 diberikan 30 hari, paslon 2 pun harus sama. Pun sebaliknya. Pelaksanaan saja yang berbeda, dilakukan selang seling,” katanya kepada Disway Berau, Rabu (14/10).

Lanjut Laode, pihaknya menawarkan dua skema perubahan jadwal dan zonasi kampanye. Opsi pertama, menambah hari atau waktu pelaksanaan kampanye. Namun, tanpa mengubah zonasi yang sebelumnya. Serta 12 hari sebelum berakhirnya masa kampanye, harus dilaksanakan di zona 1.

Opsi kedua, mengubah waktu dan zonasi kampanye paslon menyesuaikan jumlah penduduk. Dengan perubahan komposisi kecamatan dalam zonasi dengan kombinasi 3-6 hari. (Selengkapnya Lihat Grafis)

“Itu yang kita tawarkan ke penyelenggara pilkada. Kami juga memberikan usulan ke paslon 2 untuk dipelajari,” terangnya.

Pasalnya, jadwal saat ini sangat terbatas. Antara waktu dengan jumlah penduduk yang dibagi menjadi empat zona. Sehingga, menyulitkan calon pemimpin untuk bertemu dengan masyarakat secara efektif. Guna perkenalan dan mensosialisasikan program-program strategis paslon.

Terlebih lagi, jumlah peserta kampanye dibatasi. Hanya 50 peserta. Jumlah itu dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13/2020. Aturan itu wajib dipatuhi kontestan maupun tim pemenangan.

“Itu intinya. Usulan itu membuka ruang lebih untuk paslon bertemu masyarakat. Dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Apalagi waktu kampanye sangat terbatas,” jelasnya.

Perwakilan Tim Pemenangan Paslon 2, Roby Maula mengatakan, belum bisa berkomentar banyak terkait pengajuan perubahan jadwal dan zonasi kampanye paslon di pilkada. Usulan itu, ucapnya, terlebih dulu akan dikoordinasikan dengan tim pemenangan RAGAM. Tujuannya untuk mengambil keputusan terbaik.

“Belum bisa kita simpulkan. Jika sudah ada hasil, kami akan bersurat ke KPU. Sepakat atau tidak dengan tawaran perubahan jadwal kampanye,” terangnya.

Terkait keadilan, Roby menjawab, KPU Berau sudah adil. Tidak berat sebelah. Karena jadwal dan zonasi kampanye melalui pembahasan cukup panjang, juga diputuskan bersama. Dan sudah diundi dan berjalan.

“Walaupun, kami ketinggalan star di awal kampanye. Tapi tetap kami jalani jadwal itu, karena itu kami sepakati bersama. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan,” terangnya.

Sementara, Ketua KPU Berau Budi Harianto mengatakan, masih menunggu keputusan dari tim paslon 2. Sri Juniarsih dan Gamalis. Karena dalam rapat koordinasi, Rabu (14/10), belum siap mengambil keputusan. Sehingga, pihaknya akan mengadendakan pertemuan membahas perubahan jadwal dan zonasi kampanye pada 20 Oktober mendatang.

“Akan kami bahas ulang nanti. Menunggu jawaban dari tim paslon 2,” ujarnya.

Jika tim pemenangan RAGAM Pesona Berau menolak usulan itu, perubahan jadwal tidak bisa dilaksanakan. Karena perubahan harus mendapatkan persetujuan dari kedua peserta. KPU hanya sebatas fasilitator.

“Jika salah satunya menolak, kembali ke leptop (jadwal semula). Tidak bisa dilanjut,” terangnya. */JUN/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar