Penlok Bendung Telake Keluar, Proyek Tinggal Jalan

PPU, nomorsatukaltim.com – Proyek pembangunan Bendungan Telake sudah mendapatkan penetapan lokasinya. Dengan demikian tahapan pembangun akan segera dilakukan.

Surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sudah turun ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU). Suratnya bernomor Penlok 590/k45/2020.

“Jadi minggu lalu kita sudah terima suratnya dari provinsi,” kata Kepala Bidang Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang, Rabu (14/10/2020).

Pemkab PPU sudah menyelesaikan tugasnya. Yaitu melakukan persiapan awal. Yaitu sosialiasi. Menggalang pendapat masyarakat sekitar. Atas rencana pembangunan bendungan dan irigasi di dua wilayah administrasi ini. Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU.

“Kesimpulannya tidak ada penolakannya dari masyarakatnya. Semua mendukung,” sebutnya.

Surat itu berisikan lokasi yang ditetapkan untuk dibangunnya bendungan. Luasan fiksnya nanti sekira 74,308 hektare.

Penlok ini akan menjadi dasar. Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan untuk melaksanakan tahapan berikutnya. Yaitu pembebasan lahan.

“Penlok berlaku untuk 2 tahun. Bisa diperpanjang 1 kali, paling lama 1 tahun,” kata Nicko.

Tahapannya secara ideal ialah, BWS akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) PPU. Untuk melakukan prosesnya.

Biasanya diawali dengan sosialisasikan ke masyarakat dulu. Setelah itu baru pengukuran peta bidangnya. Baru penentuan harga dan pembayaran. Jika semua berjalan lancar tanpa ada masalah.

Ini proyek pemerintah pusat. Semua anggaran bersumber dari APBN. Kebutuhannya sampai Rp 1,7 triliun.

Ditargetkan pembangunan akan dimulai 2021. Program ini juga sebagai pendukung dalam menyokong bakal ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim.

Meski posisi bendung ada di wilayah administrasi Paser, namun yang dapat untung sebagian besar adalah PPU. Bangunan bendungan sekira 90 persen ada di sana.

“Hanya saja untuk jaringan irigasinya ada di PPU. Kita ini penerima manfaatnya,” ucapnya.

Maka itu Pemkab PPU sudah sangat menantikan terbangunnya bendungan ini. Dengan segera.

“Tanpa adanya bendung ini, sulit melakukan perubahan signifikan sektor pertanian,” pungkasnya. (rsy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar