Pemkab Mahulu Buka Ladang Modern

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Pemkab Mahulu membuat terobosan. Untuk meningkatkan produksi pertanian di kabupaten termuda di Kaltim itu.

Minimal bisa meningkatkan produksi beras yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari Samarinda.

Memiliki kawasan yang sebagian besar masih asri. Di Mahulu rupanya tidak cocok untuk komoditi padi sawah. Sulit mendapatkan air untuk mengairi sawah. Berdasarkan penelitian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu. Sulit sekali mencetak sawah di Mahulu.

Membuat bendungan untuk irigasi pun sulit. Karena kondisi sungai di kawasan hulu tak memungkinkan. Debitnya tak mencukupi. Ya, bentang alam Mahulu memang berbeda dengan daerah lain di Kaltim.

Sebagai terobosan, dibuatlah ladang modern. Jadi yang ditanam varietas padi gunung. Tapi bibitnya unggul. Peralatannya juga dimaksimalkan.

Tapi tidak langsung jedar jeder. Tahap awal dilakuan pilot project dulu. Ladang modern-nya dibuat di Kampung Ujoh Bilang.

“Penanaman perdana padi lahan kering di atas lahan milik Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Mahulu,” terang Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian,  Petrus Ngo kepada wartawan di Ujoh Bilang, Rabu (14/10). Mewakili kepala dinasnya.

Seperti tajuknya, pilot project. Proyek ini baru sebatas percontohan. Kalau hasilnya nanti bagus. Bisa dikembangkan secara meluas. Akan dihitung dulu modal tanam, perawatan, dan hasilnya. Kalau menguntungkan dan memungkinkan dilakukan oleh masyarakat. Baru akan digalakkan.

“Penanaman padi kering menggunakan alat teknologi moderen. Akan dilihat  perkembangan ke depan. Jika memang cocok, maka akan diterapkan bagi petani ladang di Mahulu,” ungkap Ngo.

Kondisi ladang modern KTNA tersebut akan dijadikan contoh utama bagi petani ladang . Menggunakan alat modern bertanam padi. Sebelumnya dilakukan pemupukan dan pengapuran tanah.

Ancang-ancangnya juga nanti pengolahan ladang di Mahulu akan menggunakan traktor ataupun jonder. Agar makin mudah membolak-balikkan tanah. Juga cara menugalnya. Nantinya akan menggunakan mesin jajar. Sedangkan penyemprotannya akan menggunakan metode springkel.

“Menerapkan konsep teknologi penanaman padi gunung menggunakan alat sider. Selain padi, di lahan itu bisa ditanam jagung dan kedelai. Juga untuk aplikasi pupuk,” tuturnya.

Demplot percontohan itu akan mendidik hal baik. Sebagai motivasi bagi petani tradisional, agar mulai menghentikan ladang berpindah. Juga untuk pengembangan penataan pemetaan lahan petani masuk dalam kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

“Lahan yang digunakan sebagai demplot percontohan itu milik KTNA Pemkab Mahulu,” tukas Ngo.

Hitung-hitungan awalnya, metode tanam ini memungkinkan panen dua kali setahun.

DKPP Mahulu sangat optimis, telah berdirinya KTNA dapat memungsikan fasilitas serta peralatan tani teknologi modern yang dimiliki Pemkab  Mahulu.

“Sudah disediakan di DKPP. Jika itu bisa difungsikan dan dikembangkan, akan membantu masyarakat petani peladang pada 5 kecamatan se-Mahulu,” tandas Petrus Ngo.(imy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini: