Buruh Kecewa

Perwakilan serikat buruh memberikan kain kafan kepada perwakilan DPRD Berau untuk dikirim ke DPR RI.

TANJUNG REDEB, DISWAY – Aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law berlanjut. Di DPRD Berau, Rabu (14/10).Hanya saja, pendemo yang tergabung dalam serikat buruh mengaku kecewa.

Menurut Ketua Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konferensi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-HUKATAN KSBSI) Berau, Budiman Siringo Ringo, proses tuntutan tidak diketahui.

Apalagi rencana untuk melakukan aksi diubah menjadi audiensi. Namun DPRD dan Pemda dinilai tak serius. Terbukti dengan kehadirannya dalam menerima aspirasi yang tidak maksimal.

“Kami menerima saran dari Kapolres agar melakukan audiensi karena masih dalam pandemik COVID-19. Namun kami kecewa karena pihak DPRD dan Pemkab yang tidak maksimal hadir. Kurang dari 50 persen,” ungkapnya.

Pihaknya menyatakan tidak termakan hoaks karena sudah membaca draft UU Ciptaker. “Kami menyatakan menolak UU Cipta Kerja,” ungkapnya.
Ia juga meminta jaminan tanda terima proses pengiriman surat penolakan ke DPR RI dan Presiden.

“Kami meminta dukungan tertulis dan lisan dari DPRD dan Pemda Berau. Juga meminta jaminan tanda terima terhadap proses pengiriman surat ke DPR RI atau Presiden,” tandasnya.

Serikat buruh juga menitipkan kain kafan kepada DPRD Berau. Sebagai ungkapan telah matinya hati nurani para penguasa. “Kami kirimkan juga kain kafan untuk DPR RI,” tegasnya.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Madri Pani, mengaku belum menerima draf yang sah terkait UU Cipta Kerja.

Meski begitu, pihaknya tetap mengapresiasi dan bersedia melakukan audiensi dengan serikat buruh.

“Kami akan mengapresiasi dan mendukung,” ungkapnya.

Dirinya juga meminta maaf karena banyak anggota DPRD yang tidak hadir.

“Namun kami selalu siap mendukung apa yang menjadi tuntutan serikat buruh. Surat dukungan (tolak Omnibus Law) juga akan kita kirim ke DPR RI dan ke Presiden,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning yang memimpin pengamanan di DPRD Berau mengajak serikat pekerja dan buruh untuk melakukan audiensi dengan anggota DPRD.

Ini dilakukan karena saat ini sedang dalam masa pandemik COVID-19.

Salah satu hal yang patut dihindari adalah melakukan kegiatan yang mengundang keramaian atau kerumunan.

“Kita ajak untuk lakukan audiensi dan mereka menyetujuinya,” katanya.

Bahkan, sebelum melakukan audiensi, dirinya menemui buruh dan melakukan dialog.

“Kita saling memberi masukan. Kita mengharapkan aksi ini berjalan lancar dana aman,” ungkapnya.

Audiensi ini dilakukan guna menghindari pelanggaran Peraturan Bupati nomor 52 tahun 2020. Sebab aturan sudah disahkan dan sanksi pun telah dituangkan. (*/FST/ANM)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar