Buaya Resahkan Warga PPU

Tambak Bandeng Warga Kerap Ludes

PPU, nomorsatukaltim.com – Buaya kerap kali mengancam kehidupan warga Penajam Paser Utara (PPU). Khususnya warga di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.

Reptil dua alam ini banyak muncul di wilayah muara Sungai Babulu. Celakanya, di area itu banyak tambak masyarakat dan lokasi budidaya rumput laut. Bahkan, tak jarang buaya itu masuk ke tambak-tambak warga.

“Ya habis hasil tambak masyarakat. Seperti ikan bandeng,” kata Camat Babulu, Margono, Kamis (15/10/2020).

Kejadian ini sudah berlangsung lama. Kadang warga tak heran lagi ketika hasil tambaknya berkurang akibat disantap hewan bernama latin Crocodylidae itu. Kecemasan warga pun muncul, hingga reptil bertubuh besar itu kerap ditangkap.

“Itu yang jadi masalah, ketika buaya masuk ke tambak warga. Padahal, jika buaya itu tetap di sungai, ya tidak kita permasalahkan,” lanjutnya.

Dalam minggu ini saja, ada dua kali tangkapan di lokasi itu. Totalnya ada delapan ekor yang tertaangkap. Belum lagi jika dihitung jumlahnya dengan tangkapan tahun lalu.

Hingga saat ini belum ada laporan buaya itu sampai menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, kewaspadaan terus ia imbau ke masyarakat.

“Ngeri juga. Karena banyak aktivitas masyarakat di area itu. Kondisi ini jelas-jelas bahaya” ujar Margono.

Buaya Resahkan Warga PPU

Selain merugikan hasil tambak warga, buaya ini mengancam keselamatan nyawa warga. (Ist)

Dengan kejadian ini pula, ia tak ingin adanya perburuan. Sehingga mengakibatkan dampak lingkungan yang akan terjadi kemudian hari.

“Jika ada, lapor saja. Biar ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” sebutnya.

Dalam penyelamatan kali ini, tim gabungan diakomodir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU.

Dalam hal penanganan, BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Untuk tahun ini, sudah 4 kali kami lakukan penangkapan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila.

Yang hari ini ada 6 ekor diamankan. Penangkapan dilakukan oleh pawang buaya. Yang paling besar ukurannya berkisar 3,70 meter. Yang lainnya 1,8 – 2 meter.

“Buaya masih ada sama kami. Nanti akan dilepasliarkan ke lokasi yang aman. Baik bagi warga dan buaya itu sendiri,”  jelas dia.

Lokasinya pelepas buaya nanti, direncanakan di muara Pulau Balang, PPU. (rsy/sam)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar