Borneo FC Siap-Siap Legawa Kalau Liga 1 Batal

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Borneo FC Samarinda sudah menyiapkan diri untuk segala kemungkinan. Jika kompetisi dilanjutkan, mereka sudah siap secara tim. Kalau batal, sudah siapkan diri juga, untuk legawa.

Pasca Selasa gila. Hari di mana moril pelaku sepak bola naik turun. Yang jarak antara kepastian lanjutan liga dan keputusan Polri yang tak memberi izin keramaian hanya hitungan jam saja. Manajemen dan tim pelatih Pesut Etam akan segera menggelar evaluasi dan diskusi.

Arah pembicaraannya bakal difokuskan pada program persiapan. Apakah akan tetap berada di Samarinda dan menggelar latihan reguler. Atau akan meliburkan kembali tim sampai ada kejelasan kompetisi.

Bagaimana pun masa persiapan tim sangat berdampak pada operasional tim. Bukan hanya gaji, tapi konsumsi, transportasi, dan akomodasi tim sangat terasa beratnya sementara tidak ada pemasukan saat ini.

“Sampai Sabtu nanti kita latihan normal, selanjutnya (minggu depan) akan dilihat bagaimana baiknya,” kata Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Borneo FC.

Ketidakpastian kompetisi juga tentu berdampak pada aspek sepak bola. Program latihan yang disusun pelatih jadi amburadul. Sebagai gambaran, pelatih telah menyiapkan pemain untuk berprogres dari waktu ke waktu.

Semisal persiapan sebulan sebelum kompetisi. Di pekan pertama peningkatan pemain di angka 30 persen. Maka seiring pekan, level latihan akan ditingkatkan agar peningkatannya bisa menyentuh angka 100 persen menjelang kompetisi.

Tapi dengan situasi begini, pelatih ikut bingung. Penyusunan grafik peningkatan pemain jadi tidak jelas. Karena intensitas latihan jadi naik turun.

Soal protokol kesehatan. Di mana Polri tidak memberi izin keramaian dengan alasan COVID-19. Amir memastikan bahwa timnya bisa menggaransi pemain dan ofisial bisa taat pada prokes yang telah disepakati seluruh tim, PT LIB, dan PSSI September lalu.

“Sejauh ini kami ikuti apa yang diintruksikan dokter tim. Kalau sudah di mess jarang keluar. Karena begini, di regulasi kan setiap 14 hari harus swab test. Jadi missal naudzubillah ada pemain yang positif. Mereka akan melewatkan cukup banyak laga. Karena itu semua pemain sangat menjaga dirinya,” jelasnya panjang lebar.

Di lapangan pun, kontak fisik antar pemain dikurangi. Seperti misalnya, saat ini Borneo FC tidak lagi memperkenankan ada jabat tangan. Yang di masa biasa, sangat lazim dilakukan. Ia berharap federasi dan kepolisian bisa melihat komitmen klub melakukan prokes ketat ini. Demi bisa mendukung terselenggaranya liga lagi.

Hanya itu saja yang ingin disampaikan pria asal Makassar itu. Hal-hal lainnya ia anggap bukan tupoksinya membahas. Yang jelas ia memastikan, apa saja yang diintruksikan tim dokter, akan dilakukan oleh seluruh komponen tim.

Ketika ditanya harapan konkrit pada federasi dan kepolisian. Amir menjawab diplomatis.

“Jalan terbaiknya aja. Kalau dilanjutkan syukur alhamdulillah, kalau memang tidak ya harus legawa,” tandasnya pasrah. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar