Sultan Samma: Apa yang Ditakutkan Lagi?

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Gelandang senior Borneo FC, Sultan Samma ikut bersuara soal ketidakpastian liga. Menurutnya, akan begitu banyak kerugian jika kompetisi tak dilanjutkan. Apalagi, seluruh klub peserta liga bersama PSSI dan PT. LIB telah menyatakan sikap.

General Manager Borneo FC,  Firman Achmadi. Mewakili seluruh klub, saat membacakan peryataan sikap dalam pertemuan bersama PSSI dan PT  LIB di Yogyakarta. Seolah memberi angin segar. Liga nampaknya akan dilanjutkan. Sore harinya, pemain Borneo FC kembali berlatih dengan gembira.

Namun, sejam kemudian. Anak asuh Mario Gomez kembali meradang. Setelah mengetahui pihak kepolisian masih tetap dengan pernyataannya. Polri tidak akan mengeluarkan izin keramaian selama pandemi masih berlangsung.

“Alhamdllah PSSI dan klub setuju melaniutkan kompetisi, karena itu yang kami semua pemain harapkan, nasib persepakbolaan Indonesia tergantung adanya liga, nasib timnas juga tergantung liga,” ungkap Sultan.

Sultan juga mengkritisi sikap federasi. Yang membiarkan kompetisi terkatung-katung. Padahal klub dengan segala upaya tetap mempertahankan eksistensinya. Sementara sebab tidak jalannya liga mestinya masih bisa dirundingkan.

“Jika liga tak jalan, maka timnas suatu negara tidak diakui dunia, jadi sepatutnya dan seharusnya berjalan,” tambahnya.

Ia myakini jika Liga Indonesia bisa dijalankan dengan aman. Tidak akan berdampak meluas pada kasus COVID-19. Karena toh, negara lain juga sudah menjalankan kembali liganya. Bahkan di Eropa, mampu menyelesaikan liga musim lalu dan sudah menjalankan liga musim ini. Terlepas kasus covid di negara tersebut masih tinggi.

“Swab 2 minggu sekali, semua itu demi kelanjutan liga. Pertandingan juga sudah jelas tanpa penonton, apa ygangditakutkan lagi?”

“Saya berharap liga segera mendapatkan izin dari kepolisian, karena ini menanggung nasib orang banyak di sekeliling dunia persepakbolaan Indonesia,” tutupnya. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar