PSSI Malu Kalau Kompetisi Tidak Digelar

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Kompetisi Liga 1 dan 2 dipastikan ngambang. Padahal di manager meeting pada Selasa 13 Oktober, PT LIB (dan PSSI) menjanjikan liga akan dimulai 1 November. Dengan opsi kemunduran 1 Desember andai Polri tak memberi izin keramaian bulan depan. Yang jelas, operator menggaransi kompetisi musim ini tetap akan bergulir.

Polri pada akhirnya tak memberikan izin keramaian. Bahkan sejak awal Polri sudah keukeuh, bahwa keputusan di akhir September lalu itu, berlaku untuk seterusnya. Bukan sekedar melarang digelar pada Oktober semata.

Tapi PSSI masih berupaya. Kebetulan 18 klub Liga 1 dan 2 punya keinginan yang sama. Maka digelarlah manager meeting di Yogyakarta itu.

“Polri kan sudah jelas menyampaikan kalau selama Pilkada-Pandemi tidak akan mengeluarkan izin keramaian,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dilansir dari detikcom.

Mendapat pernyataan seperti itu dari Polri. Tetap tak menyurutkan niat PSSI untuk menyelesaikan kompetisi musim ini.

Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi mengakui sedang berusaha agar kompetisi bisa digelar. Pegangan bagi PSSI adalah angka kasus COVID-19. Jika ada penurunan, maka izin keramaian diasumsikan bisa didapatkan.

“Kita masih berharap pandemi bisa turun di November. Karena alasan utama kan karena pandemi. Kewajiban utama federasi itu memutar kompetisi,” ujar Yunus pada Disway Kaltim, Rabu (14/10/2020).

Yunus mengakui malu kalau Indonesia tak bisa kembali menggelar kompetisi. Terutama dengan negara tetangga. Seperti Singapura, Thailand, hingga Malaysia sudah melanjutkan Liga. Apalagi Indonesia bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

“November tidak bisa, kita berjuang lagi agar Desember. Nah, Desember tidak bisa kita berusaha agar Januari bisa digelar. Kita malu sama negara lain. Sementara kita tahun depan akan menggelar perhelatan Piala Dunia,” tambah pria yang juga menjabat ketua Asprov PSSI Kaltim tersebut.

Sebelumnya klub bersama PT LIB dan PSSI menggelar pertemuan yang berlangsung di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi, anggota Exco PSSI Haruna Soemitro, dan Yoyok Sukawi.

Sementara dari PT LIB dihadiri Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita, Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria. (fdl/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar