Kuota Subsidi Terbagi Dua

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kuota subsidi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah tersalurkan. Namun kuota tidak secara keseluruhan dapat digunakan bebas. 

Seperti pengakuan dari Kepala SMAN 4 Berau Ahmadong, pihaknya telah menerima sebesar 35 Giga Byte (GB) per bulan untuk siswa, dan guru sebesar 42 GB per bulan. Dari total  576 siswa dan 19 guru. 

Dia menjelaskan bahwa kuota dibagi menjadi dua kategori, sesuai penyaluran dari Kemendikbud, yang pertama untuk umum dan kuota belajar.

Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses halaman dan aplikasi untuk pembelajaran yang disiapkan kementerian, sedangkan kuota umum digunakan mengakses seluruh halaman dan aplikasi tertentu. Kuota belajar paling besar diterima oleh mereka. 

“Kalau kuota umum hanya 5 GB saja,” jelasnya kepada Disway belum lama ini. 

Meskipun tidak menyebutkan jelas apa saja situsnya, Ahmadong melalui informasi yang didapatkan ada 19 aplikasi belajar online, 5 situs layanan video conference dan 22 website. Kendati begitu, mereka banyak menggunakan WhatsApp, Zoom Meeting, Google Hangout. 

“Tiga aplikasi itu kami gunakan dan kebetulan memang ada masuk dalam kuota untuk belajar, tapi sangat menyayangkan untuk YouTube tidak termasuk dalam kuota yang untuk belajar,” ungkapnya. 

Menurut Ahmadong sangat disayangkan tidak adanya kuota untuk YouTube, sebab siswa lebih sering mengakses untuk mencari tutorial melalui aplikasi tersebut. Karena siswa lebih familiar. Sementara ini pun mereka menyarankan untuk menggunakan YouTube untuk mencari banyaknya tutorial. 

Walaupun Ahmadong mengakui pasti akan ada sedikit penyelewengan penggunaan kuota, sebab setiap siswa memiliki kontrolnya masing-masing. 

Begitu juga dengan SMPN 9 Berau telah mendapatkan kuota yang dijanjikan. Kepala SMPN 9, Mustaring juga mengakui kuota sudah terbagi secara otomatis. Menurutnya, pembagian kuota sangat tepat jika fokusnya untuk pembelajaran. Hal itu juga memudahkan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh. 

Sementara ini mereka akan menunggu untuk subsidi di tahap kedua, agar semuanya bisa merasakan kuota tersebut. “Kuota subsidi sangat membantu proses pembelajaran,” tandasnya. *RAP/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar