Bertaruh Nyawa demi Pelayanan

layanan program Dokter Terbang.

TANJUNG SELOR, DISWAY – Pelayanan kesehatan gratis melalui program Dokter Terbang, kembali dilaksanakan. Seperti di Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, dan Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pasiangan, Nunukan.

Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengungkapkan, untuk sampai ke desa tersebut, tim Dokter Terbang membutuhkan waktu berjam-jam. Perjalanan mulai ditempuh dari Tanjung Selor menuju Malinau. Dari Malinau menuju Mansalong menggunakan jalur darat.

Setelah itu, dari Mansalong ke Tau Lumbis menggunakan perahu jalur sungai.

Medan yang ditempuh sangat sulit, karena perjalanan dari Mansalong ke Tau Lumbis melewati sungai giram-giram besar.

“Kalau dari Mansalong ke Tau Lumbis itu sekitar 7 jam di atas perahu. Dari Tau Lumbis ke Pasiangan sekitar 2 jam. Taruhannya nyawa, tapi kita senang bisa hadir langsung melayani masyarakat yang ada di sana,” kata Usman yang didampingi Dian, salah satu tim Dokter Terbang dari Dinkes Kaltara, Minggu (11/10).

Usman mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan kehadiran pelayanan berobat gratis tersebut. Tercatat di Desa Tau Lumbis sebanyak 63 orang memanfaatkan layanan dokter spesialis dalam, 29 orang ke spesialis anak, dan 62 orang ke spesialis kandungan.

Sementara di Desa Labang, sebanyak 62 orang memanfaatkan layanan dokter spesialis dalam, 29 orang ke dokter spesialis anak, dan sebanyak 24 orang ke dokter spesialis kandungan.

“Mereka mengaku sangat terbantu. Karena untuk ke kota berobat, itu sangat sulit aksesnya,” ujarnya.

Dalam pemberian pelayanan sendiri, masih dalam kondisi pandemi, setiap pasien wajib memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan tim Dokter Terbang.

Layanan Dokter Terbang merupakan program yang sudah dilaksanakan Pemprov Kaltara sejak 2014 lalu. Dokter Terbang sendiri memiliki tujuan memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang ada dalam layanan kesehatan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. Program ini memiliki nilai strategis dalam upaya memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Melalui program Dokter Terbang, Pemprov Kaltara hadir dengan layanan jemput bola memberikan pengobatan gratis menyediakan dokter, dan petugas medis untuk melayani warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolasi.

Tiap tahunnya, anggaran yang dialokasikan untuk program ini selalu meningkat. Pada 2014, program Dokter Terbang dianggarkan Rp 250 juta. Lalu pada 2015 Rp 632 juta, dan 2016 sebesar Rp 500 juta. Kemudian di 2017, dialokasikan Rp 753 juta, pada 2018 sebesar Rp 665 juta, sementara di 2019 sebanyak Rp 739 juta. Serta ditambah untuk pengadaan alat kesehatan penunjang kegiatan Dokter Terbang melalui APBD-P 2019 sebesar Rp 700 juta. Total pasien yang terlayani, sepanjang 2014-2019, sebanyak 9.384 orang.

Pelaksanaan layanan Dokter Terbang juga mendapat dukungan dari pemda setempat, karena melibatkan puskesmas pada desa yang dilayani. Pelaksanaan layanan dokter terbang selain bermanfaat secara sosial, tetapi juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup besar. HMS

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar