Pastikan Tak Jadi Klaster Baru


Fenomena alam perlu diwaspadai. Seperti la nina bisa menyebabkan banjir dan longsor.(Feri Disway)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Curah hujan yang tinggi atau la nina harus diwaspadai. Sebab berpotensi terjadi bencana alam. Banjir dan longsor.

Sebelum terjadi bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan agar disiapkan tempat evakuasi. Untuk menampung warga yang terdampak bencana.

Kasi Kedaruratan BPBD Berau, Azkar Husairi berpesan dilakukan sesegera mungkin. Karena harus dipastikan aman. Jangan menjadi klaster baru karena tidak steril. Simulasi juga perlu dilakukan.

Makanya, BPBD meminta aparat kampung untuk mengidentifikasi bangunan aman. Yang dapat digunakan sebagai shelter sementara. Seperti rumah warga, kantor desa atau sekolah.

“Sebab jangan sampai tempat evakuasi menjadi klaster baru COVID-19,” ujarnya kepada Disway Berau, Senin (12/10).

Dikatakan, pemahaman mesti diberikan. Agar masyarakat mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan. Misalnya di tempat evakuasi menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kita harus memastikan masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan apabila ada info bencana dari BMKG,” pesannya.

BMKG perlu mengingatkan itu. Sebab menurut Azkar, sebab fenomena la nina berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi (dampak fenomena meteorologi) yang lebih buruk.

Azkar juga mengharapkan penyampaian informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada pihak kecamatan, selanjutnya di tingkat desa atau kampung dilakukan dengan bijak. “Jangan menakuti-nakuti,” tegasnya.

Maksud Azkar, bahasa yang digunakan mudah dipahami. BNPB, katanya, memiliki InaRISK dan Katalog Desa Rawan Bencana yang dapat diakses. Juga ada aplikasi Info BMKG yang dapat menginformasikan kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan.

Azkar mengimbau setiap keluarga mengidentifikasi risiko bencana yang ada di sekitar. Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya korban jiwa. Apabila terjadi peristiwa ekstrem.

Diungkapkan, BNPB telah meminta BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan beberapa langkah strategi. Seperti rapat koordinasi kesipasiagaan menghadapi la nina. Beberapa hal yang diharapkan untuk dibahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana, memastikan camat, lurah dan kepala desa melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing.

Selain itu memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional pusat pengendali operasi (pusdalops) di BPBD.

Kemudian, melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada. Tidak lupa rencana itu juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti COVID-19.

Lalu menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain. Yang tak kalah pentingnya, tambah Azkar, adalah susur sungai. Untuk memastikan tidak ada potensi bahaya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar