Antisipasi Kekurangan Pangan, Balikpapan Mulai Program Pagar Mantap

Balikpapan, nomorsatukaltim.com–Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan berusaha memastikan ketersediaan pangan tetap tercukupi. Salah satunya melalui program pangan keluarga mandiri terpadu (Pagar Mantap).

Program Pagar Mantap bisa diluncurkan pekan ini. Begitu kata Kepala DP3 Heria Prisni. “Kami rencana launching, masih konfirmasi ke Pak Wali bisanya hari apa, launching di Sumber Rejo, RT 44,” ujar Heria Prisni.

Pagar mantap sendiri merupakan program baru. Dirancang setelah memperhitungkan ketersediaan bahan pangan warga Kota Beriman yang kian terancam jika pandemi berlarut-larut.

Ancaman itu bisa jadi benar adanya. Sebab Balikpapan adalah kota jasa dan industri. Dimana untuk memenuhi kebutuhan pangan harus disuplai dari daerah-daerah pemasok. Seperti Makassar dan Surabaya.

Program itu nantinya memanfaatkan lahan kosong maupun lahan milik Pemkot. Posisinya persis bersebelahan dengan daerah pilot project penghasil kangkung berkualitas di Balikpapan.  “Di RT 44 memang lahan kosong , lahan pekarangan bukan lahan pertanian,” katanya.

Heria menyebut program ini bisa jadi solusi yang tepat. Sebab pertanian diperkotaan sudah jadi gaya hidup masyarakat perkotaan yang tak memerlukan lahan yang luas. Namun bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Adapun beberapa tanaman non permanen yang bisa tumbuh dipekarangan seperti lombok dan tomat.

“Ini juga jadi pilot project bagi RT atau kelurahan lainnya. Bahwa ada pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” urainya.

Baca juga: Balikpapan Aksi di Balikpapan Berujung Ricuh, Pemkot-DPRD Kecewa

Sebelumnya, DP3 sudah memiliki program Bule. Yakni Budidaya ikan lele di dalam ember yang telah disiapkan. Kini program itu memasuki tahap akhir. Ada 660 ember untuk menampung bibit ikan lele. Setiap embernya akan diisi sekitar 50 bibit lele.

Heria menyebut sedang mendistribusikan ember dan bibit lele itu kepada masyarakat terdampak. “Ini lagi jalan. Anggarannya dari pembiayaan penanganan COVID-19 sekitar Rp 200 juta,” ungkapnya.

Ia mengingatkan program-program DP3 diperuntukkan khusus warga terdampak yang mengajukan diri melalui kelurahan dan terdata di dinsos Balikpapan. “Kita kerjasama dengan dinas sosial. Untuk memastikan benar enggak masyarakat terdampak,” imbuhnya. (ryn/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar