Semakin Diterima, Transaksi Perbankan Syariah Terus Tumbuh

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Pasar perbankan syariah semakin diminati masyarakat. Hal ini dilihat dari perkembangan aset yang cukup menggembirakan.

Meski sempat mengalami penurunan signifikan, namun kembali menunjukkan peningkatan beberapa bulan terakhir. Baik dalam nominal maupun pertumbuhannya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk Setya Hadi Cahyono mengatakan, Agustus 2020 aset perbankan syariah tercatat tumbuh 9,15 persen year on year (yoy). Dengan nomimal sebesar Rp 10,09 triliun. Setelah pada bulan sebelumnya, tercatat tumbuh sebesar 3,26 persen yoy.

Sementara dalam perbandingan aset pada semester I 2020, perbankan syariah memiliki pangsa sebesar 7,3 persen. Dibandingkan total aset perbankan di Kaltim yang tercatat sebesar Rp 243 triliun.

“Secara umum, pangsa aset syariah terus naik dalam 10 tahun terakhir. Ini menunjukkan, masyarakat Kaltim semakin banyak yang bisa menerima dan bertransaksi dengan lembaga keuangan syariah,” kata Tutuk kepada Disway Kaltim, Jumat (9/10/2020).

Dalam hal ini, BI kata dia, selalu aktif melakukan sosialisasi dan edukasi terkait ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya, dengan mengadakan Festival Ekonomi Syariah secara rutin setiap tahun. Yang diikuti para pelaku ekonomi syariah. Dengan menampilkan berbagai produk halal, dan budaya Islam. Seperti nasyid, tari kreasi islami dan sebagainya.

“Termasuk juga menjalin kemitraan dengan pondok pesantren agar memiliki usaha yang semakin meningkat. Yang diharapkan mampu membangun holding (bisnis) ponpes di Kaltim,” lanjut Tutuk.

Tutuk pun menilai mulai pesatnya perkembangan tren penggunaan produk halal. Penggunaan industri keuangan syariah, serta perluasan kegiatan usaha yang berbasiskan syariah sebagai gaya hidup. Hal tersebut dapat lebih mendorong peran perbankan syariah di masyarakat.

Tentu juga didukung dengan konfirmasi positif meningkatnya perkembangan kredit syariah dalam beberapa bulan terakhir. Di tengah kredit konvensional yang mengalami perlambatan semenjak pandemi merebak.

Tercatat kredit syariah tumbuh 13,37 persen yoy pada Agustus 2020. Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,92 persen yoy.

Baca Juga: Perbankan Syariah Makin Bergairah

Tren kenaikan tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan ke belakang. Di sisi lain, kredit konvensional tercatat melambat dari 6,85 persen yoy di Juli 2020 menjadi 5,71 persen yoy pada Agustus 2020.

Sedangkan jika dilihat dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), terlihat mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan DPK konvensional. Yakni tumbuh sebesar 16,35 persen yoy pada Agustus 2020. Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,70 persen yoy.

Sementara  DPK konvensional tercatat mampu tumbuh positif sebesar 8,83 persen yoy. Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,01 persen yoy. (krv/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar