La Nina, Waspada Bencana

Aparat kepolisian, TNI dan masyarakat membersihkan saluran air di Kelurahan Gunung Panjang, beberapa waktu lalu. Curah hujan tinggi di Berau, diharapkan membersihkan saluran air mengantisipasi meluapnya air.(Dok Humas Polri)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Curah hujan meningkat atau la nina akan terjadi Berau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan untuk waspada. Sebab berpotensi banjir dan tanah longsor.

Pembenahan drainase dan pengelolaan air yang terintegrasi dari hulu ke hilir harus dilakukan. Mengantisipasi kapasitas air yang berlebih. Prakirawan BMKG Berau, Suryadi mengharapkan warga tidak membuang sampah pada saluran air.

“Sebab dari pemantauan kami terhadap indeks la nina dan el nino, Berau tidak lagi berpotensi, tapi sudah masuk pada iklim la nina,” jelasnya kepada Disway Berau, Minggu (11/10).

Seandainya tidak terjadi la nina, katanya, curah hujan meningkat pertengahan Oktober hingga kemarau 2021. “Tapi sejak September akhir hingga awal Oktober curah hujan di Berau sudah meningkat,” ungkapnya.

Tingkatan la nina, tambahnya, adalah netral, lemah, moderate dan tinggi. Di Berau, diperkirakan akan terjadi la nina moderate. Di akhir tahun 2020 hingga Januari 2021. “Akan meluruh pada Januari hingga Februari, dan berakhir Maret hingga April 2021,” ungkapnya.

Suryadi mengakui, tahun lalu tidak ada fenomena ini di Berau. Curah hujan juga cukup tinggi. Namun tidak securah saat ini.

“Tapi ada juga sisi positifnya, terutama di daerah rawan kekeringan. Bagi petani yang masih mengandalkan irigasi dari curah hujan. Sekarang kan memasuki musim tanam,” tandasnya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar