Gegara Anggaran, Kutim Tak Bisa Jaga Perbatasan

Kutim,nomorsatukaltim.com – Penjagaan pintu masuk wilayah tak akan dilakukan Pemkab Kutim. Bukan tidak mau. Tapi anggarannya tidak memadai.

Padahal menurut pernyataan  Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal. Lonjakan  kasus positif COVID-19 di Kutim. Kebanyakan berawal dari warga yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Sehingga sebenarnya penjagaan pintu masuk Kutim, setidaknya dari arah Berau dan Kukar-Bontang, sangatlah vital.

“Tapi itu tidak bisa dilakukan karena anggaran yang ada sangat minim. Ada hal prioritas lain yang didahulukan,” ucapnya.

Yang bisa dilakukan Pemkab adalah mewajibkan setiap orang yang masuk ke Kutim. Utamanya yang berasal dari kawasan hitam. Untuk melakukan swab test atau karantina 14 hari. Apalagi kepada karyawan perusahaan. Pantauan rutin terus dilakukan.

Semua itu sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Lantaran saat itu anggaran tersedia. Sedangkan saat ini tidak ada kucuran duit untuk kegiatan tersebut.

“Kalaupun ada penjagaan itu sifatnya sukarela saja. Biasanya sukarelawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melakukan,” tuturnya.

Gara-gara masalah anggaran juga.Upaya Dinas Kesehatan Kutim untuk membangun rumah isolasi pun ikut terhalang. Dengan sebab yang sama. Alhasil rencana tersebut harus ditunda dulu. Padahal saat ini kebutuhan rumah isolasi sangat mendesak.

“Karena di Kutim ini banyak pekerja dari luar. Makanya perlu sekali rumah isolasi itu,” pungkasnya. (bct/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar