Bertahan dengan Alihkan Pelayanan

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Mengatasi penjualan unit yang menurun. Diler sepeda motor mulai menyiasati mengalihkan konsentrasi ke pelayanan pelanggan.

Pelayanan tersebut dialihkan kepada pemanfaatan teknologi atau digital. Di mana seluruh layanan, difokuskan untuk tetap mengikuti peraturan pemerintah. Untuk menerapkan protokol kesehatan.

Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Timur (Kaltim) 2 Yehezkiel Felix mengatakan, hal tersebut sudah diterapkan di perusahaannya. Digitalisasi yang digunakan memiliki fungsi lengkap. Seperti pelayanan pemesanan motor, servis di rumah customer, dan pelayanan emergency lainnya. “Makanya digital itu lebih digaungkan dan untuk fokus di sana,” ucapnya saat ditemui, Jumat (9/10/2020) lalu.

Felix menuturkan, pihaknya mendatangi konsumen langsung ke rumah. Tetapi hal ini dilakukan jika pelanggan mereka tidak merasa keberatan. “Kita mencegah konsumen datang ke diler. Dan bertemu banyak orang,” tambahnya.

Untuk penjualan, kondisi sebelum COVID-19, tepatnya sejak April, Astra Motor Honda mengalami penurunan signifikan. Yakni hingga 70 persen. Sistem kinerja penjualan yang diterapkan untuk saat ini ialah bertahan. Dalam artian, mereka mencoba fokus memenuhi kebutuhan konsumen yang masih ingin melakukan servis atau pembelian.

“Karena konsumen ini bermacam-macam juga. Ada yang benar-benar terdampak sekali, ada juga yang tidak. Ada yang berpenghasilan, ada yang tidak. Akibat mungkin di PHK, atau diberhentikan. Nah, di momen ini, kita fokus ke customer yang masih ada penghasilan. Sesuai permintaan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, kondisi pandemi ini untuk tren pembelian motor masih mirip seperti sebelumnya. Lima besar penjualan masih diisi dengan produk Scoopy, Crf trail, Vario, PCX dan Beat.

Baca Juga: Daihatsu Pimpin Pasar saat Pandemi

Tak hanya dalam aplikasi Motorku X saja, digitalisasi yang dikembangkan lainnya adalah Amanda. Menggunakan nomor telepon yang nantinya akan disebarluaskan. Pelanggan akan langsung bisa berkomunikasi dengan chatbot. “Di situ pun (aplikasi chatbot Amanda) kita kasih reward. Kalau memang bisa deal dengan chatbot kita, contohnya kemarin, kita akan langsung kasih reward potongan sampai Rp 500.000,” lugasnya.

Keuntungan menggunakan aplikasi ini ialah ketika servis kunjungan ke rumah customer dilakukan, dengan radius tertentu, ongkosnya akan digratiskan. “Jadi kita me-maintenance dengan (cara) digitalisasi itu untuk saat ini,” tegasnya.

Berbicara target awal tahun nanti, ia menegaskan hal tersebut jelas tidak akan tercapai. Ia pun lebih memilih untuk mengalihkan target tersebut. Menjadi memenuhi kebutuhan customer seperti sejak awal ia katakan. “Karena customer ada yang masih ingin melakukan pembelian motor. Kita juga coba tetap menjaga ketersediaan stok,” sebutnya.

Untuk angka penjualan dan pembelian, saat ini diakui masih fluktuatif. Daya beli saat new normal pun kategorinya masih belum membaik ke kondisi semula. Karena jika berbicara soal kondisi semula, saat ini target Astra Honda masih kurang 40 persen.

Kondisi keuangan masyarakat saat ini disebutnya belum untuk memenuhi kebutuhan tersier seperti membeli kendaraan. Meski sudah dalam kondisi membaik. “Kita juga belum recovery keadaan,” sambungnya. (nad/eny)

Saksikan video menarik berikut ini: