Balapan Liar Berujung Laka Lantas, Rekan Korban Berpotensi Jadi Tersangka

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – DR (20) tak akan menyangka, Minggu (11/10/2020) dini hari itu akan jadi malam terakhirnya balapan liar di Jalan Ruhui Rahayu, tepatnya di samping Taman Tiga Generasi, Balikpapan Selatan. Sebab, ia terjatuh saat dibonceng AA (25) dan tewas di tempat.

Selain DR dan AA, FA (18) juga turut dalam balapan liar tersebut. Parahnya, ketiga pemuda ini menenggak minuman keras (miras) sebelum menjalankan balapan yang berujung maut tersebut. Dalam trek-trekan itu, AA lolos dari maut. Sementara FA turut terjatuh, namun mengalami patah tulang.

“Korban yang MD (meninggal dunia) ya ini DR, terpental hingga melewati pagar pembatas. Rekan korban AA selamat, begitu juga dengan kendaraan satunya yang dikendarai FA, selamat,” ujar Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol Irawan Setyono saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, Minggu (11/10/2020) pukul 14.30 Wita.

Dari hasil olah TKP kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dipimpin langsung Irawan, diketahui jika DR yang dibonceng oleh AA mengalami out of control setelah melakukan dua kali putaran di jalan tersebut. Nahasnya FA yang membuntuti keduanya pun ikut terjatuh.

Lanjut Irawan, dari reka lalu lintas ini pula diketahui, kendaraan yang digunakan oleh keduanya adalah Jupiter MX, melaju dengan kecepatan 50 Km/jam.

“Tadi sudah kita ukur dari titik jatuhnya kedua kendaraan. Motor yang dikendarai oleh AA dan DR terseret 10,2 meter hingga ke pembatas jalan, artinya kecepatan mereka bisa mencapai 50 Km/jam, sedangkan sebelum jatuh bisa di atas 70 Km/jam,” jelasnya.

DR sendiri meninggal dunia di lokasi kejadian, namun belum diketahui apa penyebab merenggangnya nyawa pemuda 20 tahun warga Jalan Indrakila, Balikpapan Utara ini.

“Penyebabnya kita masih lidik ya, apakah terkena benda tumpul atau lainnya. Yang pasti pada bagian kepala korban terdapat luka serius dan mengeluarkan darah,” tambahnya.

Saat ini petugas kepolisian pun telah menahan kedua rekan DR, yakni AA dan FA di Mapolresta Balikpapan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“AA dan FA sudah kami amankan. Dan saat ini statusnya sebagai saksi. Namun jika dalam pemeriksaan ditemukan kelalaian dalam berkendara, bisa saja AA ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini karena telah menghilangkan nyawa seseorang saat berkendaraan,” tegas Irawan.

JALUR BALAPAN LIAR

Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan atau kawasan Melawai II disebut-sebut sebagai salah satu lokasi yang paling sering digunakan oleh para remaja untuk melakukan aksi balapan liarnya. Memang lokasi jalan ini memiliki desain yang cocok bila digunakan para pengendara sepeda motor memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Trek lurus dan hanya ada satu atau dua tikungan “kapsul”, membuat pengendara roda dua berasa sedang beraksi seperti di MotoGP.

Balapan Liar Berujung Laka Lantas, Rekan Korban Berpotensi Jadi Tersangka

Jalan Manuntung, Balikpapan Selatan menjadi kawasan yang cukup sering digunakan pengendara roda dua untuk balapan liar. (Andi Muhammad Hafizh/Nomor Satu Kaltim)

Hal ini pun diakui Irawan usai melakukan olah kejadian laka lantas, yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dini hari. Menurut Irawan, di lokasi ini sudah banyak laporan dari warga, yang menyatakan jika para remaja atau bahkan anak di bawah umur banyak melakukan aksi kebut-kebutan pada jam-jam tertentu.

“Memang ini lokasinya salah satu titik pantauan kami juga, yang merupakan lokasi balapan liar,” ujarnya, Minggu (11/10/2020).

Untuk mengantisipasi aksi balapan liar ini, sebenarnya pihak Satlantas Polresta Balikpapan sudah membentuk sebuah tim khusus (Timsus), yakni Tim Anti Balap Liar. Sejauh ini keberadaan timsus, disebut Irawan sudah banyak mencegah terjadinya balap liar di Kota Balikpapan.

“Kami sudah membentuk Timsus Anti Balapan Liar. Memang jam-jam rawannya dari pukul 22.00 Wita hingga dini hari,” jelasnya.

Lanjut Irawan, bahkan sebelum terjadinya laksa lantas di Jalan Ruhui Rahayu ini, timsus tersebut telah memonitor kawasan ini. Karena dirasa aman dan tidak ada indikasi akan terjadinya balapan liar, maka timsus tersebut berpindah lokasi lain yang juga menjadi titik pantau timsus tersebut.

“Kita sudah monitoring hingga pukul 01.00 Wita, tapi karena situasi aman dan tidak ada indikasi balapan liar, kami melakukan pemantauan di wilayah lain,” tambahnya.

Namun kejadian dini hari tadi merupakan pembelajaran pihaknya. Untuk mencegah terjadi kembali, Satlantas Polresta Balikpapan akan melakukan kegiatan preventif yang lebih ekstra lagi. Kasatlantas Polresta Balikpapan ini pun berharap kepada warga Balikpapan, jika melihat atau mengetahui ada kegiatan balapan liar bisa segera melaporkannya kepada timsus.

“Kepada masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika melihat indikasi ada kegiatan balapan liar, karena saat ini sudah melibatkan anak di bawah umur. Kami juga meminta kepada orang tua agar bisa memantau anaknya di saat-saat jam malam, apa lagi sampai meminum minuman keras,” jelasnya. (Bom/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar