Mulanya Coba-Coba, Kini Peternakan Diana Sebulan Hasilkan Rp 50 Juta

Dari pekarangan rumah, Diana Perlin menghasilkan rupiah. Berawal dari modal seadanya, Diana kini bisa tersenyum bangga.

Imran, Kutai Barat

——————

Benar kata orang. Kalau mau menjadi pengusaha, bukan rupiah modal utama. Bolehlah kita mencontoh Diana Perlin. Yang tinggal di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

Perempuan yang lahir 1987 silam ini memaksimalkan pekarangan rumahnya. Yang memang cukup luas. Diana memulai dengan beternak kelinci. Tetapi, mamalia berekor pendek itu bukan pintu dewi fortuna baginya. Usahanya gagal. Tak patah arang, Diana memulai usaha baru.

Bermodal Rp 200 ribu ia mencoba beternak ayam petelur. Ia rawat sendiri ayam-ayamnya itu. Ketekunannya pada 2018 lalu itu membuahkan hasil. Ayamnya terus bertelur dan beranak pinak.

Dari peternakan ayam petelur itu Diana mendapatkan hasil yang lumayan. Dari 500 ekor ayam petelur dapat menghasilkan 2 sampai 3 telur per hari. “Usaha memelihara kelinci gagal. Sebagai wirausaha, saya beralih beternak ayam petelur. Sekarang sudah ada 500 ekor bisa produksi bersih 800 butir telur ayam setiap hari,” jelas Diana kepada Disway Kaltim di Sendawar, Jumat (9/10).

Diana menjual telur hasil peternakannya dengan harga Rp 50 ribu per piring. Jika harga partai, dia membanderol Rp 40 ribu. “Saya sudah dua tahun beternak ayam petelur,” terangnya.

Selain ayam petelur, Diana juga memelihara ayam kampung super. Tiga bulan bisa panen, tergantung pakan dan perawatan. Kini pemilik peternakan ayam kampung super itu sudah memiliki tiga karyawan tetap. Penghasilan peternakannya per bulan mencapai Rp 50 juta.

“Untuk ayam kampung super saat ini dipelihara oleh komunitas saya yaitu Peternak Ayam Kampung Super Jaras sekitar 700 ekor, dipelihara oleh 20 peternak. Saya menyiapkan bibit dan DOC saja,” bebernya. “Hasil beternak ayam kampung super juga sangat lumayan. Selain mudah, cepat, harga jual sangat bagus,” tuturnya.

Baca Juga: Pjs Bupati Kubar Syirajudin

Sekarang peternakan Diana semakin besar. Bahkan Diana kini mulai beternak bebek petelur dan peking. “Alhamdulillah, setiap bulan saya bisa menerima hasil mencapai Rp 50 juta,” kata Diana yang merupakan perantau asal Pasuruan, Jawa Timur. Diana menjelaskan, ia bisa meraup hasil harian dan bulanan dari ternak-ternaknya itu.

Selain beternak ayam dan bebek, Diana juga ada punya kolam ikan nila. “Hasil harian dari ayam petelur dan bebek petelur. Untuk bulanan dari ikan di kolam,” ungkapnya.

Diana coba memberi saran. Melihat begitu banyak lahan kosong menganggur. Yang bisa dikelola dan menghasilkan pendapatan. “Mari manfaatkan pekarangan rumah dengan berwirausaha. Berkarier tapi tidak meninggalkan tanggung jawab di rumah,” tandasnya. (eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar