DKPP Mahulu Bantu 5 Ribu Bibit Ayam ke Warga

Mahulu, nomorsatukaltim.com –  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu akan memberikan bantuan berupa bibit ayam kepada masyarakat Mahulu. Bantuan ini akan didistribusikan pada kelompok tani. Agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Bantuan ini dimaksudkan untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Yang makin tergerus akibat pandemi COVID-19.

“Bantuan bibit ayam broiler (potong) dan ayam petelur. Diajukan awalnya ke provinsi sebanyak 7 ribu ekor. Tapi realisasinya tidak sejumlah pengajuan itu,” terang Kepala DKPP Mahulu, Saripuddin kepada nomorsatukaltim di Ujoh Bilang, Minggu (11/10).

Kurangnya jumlah realisasi, karena ada kenaikan harga. Sehingga harus melihat kesesuaian kemahalan harga dari pihak rekanan.

Saat ini bibit ayam tersebut belum datang ke Mahulu, masih ditunggu. Yang sudah ada baru pakannya sebanyak 140 karung.

Realisasi dari permohonan DKPP Mahulu, bibit ayam tersebut akan mencapai 4-5 ribu ekor. Dipastikan mampu disebar pada petani di 5 kecamatan.

“Anggota kelompok tani yang menerima bantuan itu akan disesuaikan. Kriterianya, warga yang tergabung dalam kelompok tani, berpendapatan di bawah Rp 2 juta,” ucapnya.

Jadi bantuan COVID-19 ini beda. Saat normal dulu, semua anggota kelompok tani bisa dapat bantuan dari DKPP. Bahkan jumlah bantuan ayam ini tidak merata.

“Mungkin  per orang ada yang dapat 20 ekor. Tapi mungkin juga kurang dari jumlah itu,” ungkap Saripuddin.

Khusus bagi masyarakat Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, akan dapat bantuan bibit ayam juga di masa pandemi ini. Yaitu langsung dari pemerintah pusat, berupa ayam kampung unggul balitnak (KUB). Yang merupakan hasil inovasi dari Badan Litbang Peternakan Kementerian Pertanian.

Keunggulan ayam KUB, mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir per ekor, pertahun. Rasa dagingnya sama dengan ayam kampung asli.

“Untuk realisasi bantuan ayam KUB, kemungkinan pada November mendatang,” paparnya.

Selain bibit ayam KUB, masyarakat Ujoh Bilang akan mendapat bantuan kandang ayam. Dikirim dari kementerian. Setiap kelompok harus membuka rekening bank.

“Saat ini sedang proses pembukaan rekening,” tegas Saripuddin.

Diharapkan bantuan pemerintah tersebut dapat dikelola dengan baik oleh petani, agar bisa bermanfaat.(imy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar