RSUD Kukar Siap Turunkan Harga Swab Test Jadi Rp 900 Ribu

Kukar, nomorsatukaltim.com – Biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Atau lebih familiar tes swab tenggorok, kini turun harga. Menganut keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi Rp 900 ribu.

Penurunan harga tes swab tenggorok. Memang bukan yang pertama. Sudah tiga kali. Dan ini yang keempat kalinya. Awal-awal Kutai Kartanegara (Kukar) punya alat tes swab tenggorok. Harganya cukup fantastis. Utamanya untuk kalangan menengah ke bawah. Capai Rp 2 jutaan. Include surat keterangan (suket).

Lalu turun lagi jadi Rp 1,6 juta. Turun lagi menjadi Rp 1,4 juta. Dan terkini kembali diturunkan oleh pusat menjadi Rp 900 ribu.

Tapi tidak serta-merta langsung berubah tarif. Masih menunggu hingga pekan depan. Tanggal 15 Oktober 2020. Pertimbangannya, yakni menghabiskan stok cartridge yang ada. Baru tarifnya menyesuaikan dengan penetapan pemerintah pusat.

“Iya menghabiskan stok yang lama dulu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD AM Parikesit Kukar Martina Yulianti, Jumat (9/10/2020).

Dengan adanya penyeragaman tarif. Martina berharap tidak mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan. Meskipun memaksa harga alat penunjang pemeriksaan dari vendor untuk turut banting harga.

RSUD AM Parikesit Kukar diketahui punya dua alat tes. Yakni Tes Cepat Molekuler (TCM) dan RT-PCR. Namun pengadaannya dilakukan melalui anggaran yang terpisah. TCM dianggarkan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sekitar Rp 1 miliar. Sedangkan alat PCR melalui anggaran BTT APBD 2020. Masuk dalam anggaran penanganan COVID-19 Jilid I. Seharga Rp 2 miliar.

Beda harga, beda juga kuantitas sampel yang mampu diperiksa. Untuk TCM, kapasitas pemeriksaan masih sebatas 14-16 spesimen perharinya. Sedangkan alat PCR  mampu hingga 192 spesimen perharinya. Berpuluh kali lipat jumlah spesimen yang mampu diperiksa.

Kedua alat pun diklaim Martina, masih berfungsi dengan baik. Tidak ada kerusakan maupun kendala hingga saat ini.

Awalnya, hanya diutamakan untuk pasien di Kukar saja. Namun belakangan, seperti Kutim, Bontang, dan beberapa rumah sakit di Samarinda. Ikut “menitipkan” spesimen untuk diperiksa.

Martina juga menegaskan. Tes swab tenggorok berbayar ini, khusus bagi pemeriksaan mandiri. Bukan diperuntukkan bagi pasien, ataupun proses tracing kasus.

“Berlaku untuk tes permintaan sendiri,” tegas Martina.

Martina pun mengklaim. Sejauh ini permintaan untuk tes swab mandiri, cukup banyak. Seperti pekerja-pekerja perusahaan yang akan kembali bekerja di Kukar. Seperti di sektor migas maupun pertambangan. Guna mencegah penularan di dalam site perusahaan. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini: