Perusahaan Harus Tanggung Jawab


Pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh keluar dari ruang isolasi RSUD dr Abdul Rivai, beberapa waktu lalu.(Dok)

Soal Karyawan Pelaku Perjalanan Positif COVID-19

TANJUNG REDEB, DISWAY – Perusahaan di Berau harus bertanggung jawab. Terhadap karyawan yang terkonfirmasi COVID-19. Yang merupakan pelaku perjalanan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong. Setelah melihat penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 didominasi pelaku perjalanan. Mayoritas adalah karyawan perusahaan.

Menurutnya, karyawan perusahaan seharusnya tidak datang ke Berau. Selama masa pandemik COVID-19. Sebab bila datang dan terkonfirmasi, maka akan membebani keuangan negara.

“Kami akan membahas ini,” ujarnya kepada Disway Berau, Jumat (9/10).
Pembahasan akan dilakukan bersama Dinas Kesehatan Berau.

Soal karyawan yang terkonfirmasi itu. “Mereka ada yang pulang dari cuti atau dipanggil pihak perusahaan. Maka bila tiba di Berau dan terkonfirmasi COVID-19, seharusnya tanggungan perusahaan. Kan yang mendatangkan perusahaan. Kok malah negara yang membiayai,” tegasnya.

Soal biaya, dibenarkan Dirut Rumah Sakit dr Abdul Rivai, Nurmin Baso. Dikatakan, pembiayaan karyawan perusahaan yang terkonfirmasi COVID-19 memang dibiayai negara.

“Kalau gejala yang muncul ringan, biaya yang dikeluarkan tak terlalu banyak. Karena mereka diminta untuk karantina mandiri. Negara hanya memfasilitasi pengecekan kesehatan saja,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, ada 9 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh dan selesai isolasi. Dari 9 pasien sembuh tersebut, 8 di antaranya merupakan karyawan perusahaan yag merupakan pelaku perjalanan. Sedangkan satu lainnya transmisi lokal.

Saat ini, katanya, kasus konfirmasi di Kabupaten Berau 329 kasus, 73 masih menjalani perawatan. “Kasus konfirmasi belum turun. Diharapkan tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan,” pesannya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: