Antisipasi Kerawanan Pangan


Edi Musfa (Renata/Disway)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Sejumlah kecamatan di Berau terancam rawan pangan. Makanya, Dinas Pangan Kabupaten Berau melakukan antisipasi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan Berau, Edi Musfa menjelaskan, ada beberapa aspek penyebab masuk kategori rawan pangan. Yaitu ketersedian pangan, sosial dan penghasilan. “Kalau aspek ini zona merah, maka dapat dikatakan rawan pangan,” ujarnya kepada Disway Berau, Jumat (9/10).

Dari sektor ketersediaan pangan, Edi mencontohkan. Bila ketersedian di penyedia sembako sedikit dibandingkan warga yang membutuhkan. “Lalu jika merupakan daerah penghasil, tetapi tingkat kemiskinan tinggi, juga termasuk kategori rawan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan di Kampung Buyung-buyung. Merupakan daerah penghasil pangan, namun status ekonomi warga rendah. Sesuai laporan Kepala Kampung. “Masuk kategori daerah rawan,” jelasnya.

Begitu juga dengan daerah Tanjung Redeb yang mengandalkan komoditi dari luar. “Kalau alur distribusi terhambat, juga dikategorikan rawan. Sama halnya dengan Teluk Bayur,” katanya.

Namun bagi Edi masih bisa diantisipasi. Yang masih menjadi kekhawatiran adalah Maratua. Cuaca ke daerah itu sangat berpengaruh. Bila tak bersahabat, alur distribusi terganggu.

Diungkapkan, di Maratua rencana akan dibangun gudang untuk stok. Namun penyedia mampu. Bisa tersedia hingga dua bulan.

“Untuk daerah Bidukbiduk diupayakan Batu Putih sebagai penyangga. Begitu pula dengan Pulau Derawan, berharap di Merancang.

Edi mengharapkan warga memanfaatkan pakan alternatif selain beras. Misalkan pengganti karbohidrat, khususnya di Maratua dan Derawan dapat mengganti dengan sukun, jagung atau umbi-umbian lainnya. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar