Anggota DPRD PPU Terkonfirmasi Positif COVID-19

PPU, nomorsatukaltim.com – Tersiar kabar ada anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) terpapar COVID-19. Hal itu terungkap pada sambutan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kamis (8/10/2020).

Dalam penyampaiannya, ia kembali menegaskan soal penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Dan ternyata penyebaran COVID-19 ini sangat cepat. Bahkan saya baru mendengar dari Dinas Kesehatan (Diskes) PPU dan pihak rumah sakit, bahwa ada anggota DPRD yang terjangkit. Jadi tidak menutup kemungkinan kita semua bisa terjangkit,” sebutnya saat itu.

Saat dikonfirmasi. Kepala Diskes PPU, Arnold Wayong membenarkan.

“Infonya ada. Satu orang,” jawabnya singkat.

“Makanya ada tindak lanjut rapid test massal itu (Rabu kemarin, (7/10/2020),” tandasnya.

Rapid tes massal memang digelar kantor kedewanan PPU kemarin. Menyasar pada pegawai dan staf yang ada di sana. Hanya saja saat itu tak disebutkan alasan pastinya. Seperti rapid test massal terjadwal seperti biasa. Yang biasa dilakukan Satgas COVID-19 di lembaga-lembaga pemerintah. Sekira 53 orang dites saat itu. Hasil tesnya, didapati 3 orang reaktif.

“Pegawai yang reaktif langsung dilanjutkan ke tes swab,” ujarnya.

Masih ada sekira 94 orang lagi yang belum dites. Juga para anggota dewan lainnya. Dijadwalkan 12 Oktober mendatang.

Soal yang terkonfirmasi positif itu, ia terlihat tak ingin banyak membuka informasinya. Begitu juga saat ditanyakan soal namanya.

“Jangan lah,” katanya.

Arnold yang juga juru bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 PPU itu hanya membuka sedikit identitas politisi tersebut.

“Jenis kelaminnya laki-laki. Asal Kecamatan Penajam,” sebutnya.

Ia mengaku informasinya baru masuk kemarin. Laporan dari Tim Satgas COVID-19 Balikpapan. Saat yang bersangkutan melakukan tes swab mandiri.

Masih belum diketahui pula 1 dari 25 anggota dewan itu bisa terpapar. Tracing masih dilakukan. Karena bisa saja terpapar di PPU, atau di luar daerah.

“Saya belum tahu,” ucap Arnold.

Saat ini satu anggota dewan itu menjalani masa isolasi mandiri. Alasannya karena sementara ini tidak ada gejala.

Kondisi hingga hari ini tak ada banyak perubahan di kantor DPRD PPU di Kilometer 9 Nipah-Nipah itu. Masih berjalan seperti biasa. Tak nampak adanya perubahan.

Di mana penerapan prokes memang sudah sejak lama diterapkan. Seperti bilik sterilisasi, tempat sanitasi dan pengecekan suhu saat ingin masuk. Begitu juga soal bermasker dan jaga jarak.

Kalau soal pembatasan aktivitas sudah dilakukan sejak Maret lalu. Seperti meniadakan kunjungan ke daerah lain. Lalu juga pelaksanaan work from home (wfh) di kesekretariatan.

Sementara ini langkahnya hanya rapid test massal itu. Berdasarkan inisiatif serta pengajuan dari Sekretriat DPRD PPU.

“Ke depan akan ada koordinasi lanjutan terkait hal ini,” ujar Sekretaris DPRD PPU, Andi Singkeru, Jumat (9/10/2020).

Koordinasinya antar anggota dan ketua dewan. Mengkomunikasikan langkah yang bakal diambil.

“Tapi yang pasti dilakukan adalah penerapan protokol kesehatan yang lebih ekstra dalam penerapan,” pungkasnya. (rsy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar