Dapat Teguran Tertulis

Kampanye Paslon Nomor Urut 1

Pasangan calon nomor urut 1. Seri Marawiah dan Agus Tantomo, bakal diberikan sanksi. Berupa teguran tertulis. Atas pelanggaran administrasi dan protokol kesehatan saat menggelar kampanye di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Ketua Bawaslu Berau, Nadirah menegaskan, telah merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau untuk memberikan peringatan tertulis kepada pasangan calon Seri Marawiah dan Agus Tantomo. Keputusan itu berdasarkan hasil penanganan pelanggaran. Terbukti melanggar.

“Sudah kami berikan suratnya. Sanksi tertulisnya seperti apa, itu dilakukan KPU,” katanya kepada Disway Berau, Kamis (8/10).

Atas temuan tersebut, lanjut wanita berhijab ini, meminta kepada paslon dan pendukung lebih patuh menerapkan protokol COVID-19 di masa kampanye. Sebagai bentuk sinergitas percepatan penanganan virus yang merebak dari Wuhan, Tiongkok.

Karena pihaknya tidak akan segan-segan menindak pelanggar kampanye yang dilarang pada masa pandemik. Larangan itu tegas diatur pada pasal 88C Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13/2020. Peringatan itu tidak hanya pasangan calon nomor 1, tapi berlaku bagi pasangan calon 2.“Kalau ada temuan pelanggaran kami akan tindak, siapapun itu,” tegas dia.

Tidak hanya pelanggaran tahapan kampanye. Nadirah mengungkapkan, pihaknya juga menemukan sejumlah pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Dugaan adanya ASN yang terlibat langsung kegiatan kampanye salah satu pasangan calon. 

“Masih proses. Yang jelas penindakan bagi ASN tentu mengacu peraturan perundang-undangan. Jika terbukti akan dilaporkan ke KASN untuk pemberian sanksi,” pungkasnya.

Sementara, KPU Berau Budi Harianto belum bisa dikonfirmasi terkait rekomendasi dari Bawaslu untuk pemberian sanksi pelanggaran administrasi dan protokol kesehatan yang dilakukan pasangan calon Seri Marawiah dan Agus Tantomo. Hingga malam tadi dihubungi belum merespons.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Berau, sedang menyelidiki dugaan pelanggaran tahapan pilkada di Bumi Batiwakkal. Pada pelaksanaan kampanye pasangan calon nomor urut 1, Seri Marawiah-Agus Tantomo. Melaksanakan kegiatan yang dinilai bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13/2020.

Ada video beredar kampanye pasangan calon tersebut diselenggarakan di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit Kampung Tanjung Batu, terlihat dalam video diduga konser musik, dan peserta yang hadir cukup banyak berkerumun. Kegiatan berlangsung pada 30 September lalu.

Nadirah juga membenarkan, adanya laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan pasangan calon nomor urut 1. Saat ini, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) sedang melakukan kajian dan penelusuran. Atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan (protkes) dan melakukan kampanye yang dilarang di masa COVID-19. Sehingga, pihaknya belum bisa memberikan pertanyaan apapun. Apakah melanggar atau tidak?

“Apabila hasil klarifikasi ditemukan unsur pelanggaran, akan kami koordinasikan dengan kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya kepada Disway Berau, Rabu (30/9).

Kapolres Berau AKBP Edhy Setyanto Erning Wibowo menjelaskan, proses izin kampanye sesuai jadwal dan lokasi yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau. Selanjutnya, tim pemenangan pasangan calon membuat surat pemberitahuan kegiatan kampanye kepada Mapolres Berau.

“Kalau ditanya apakah ada atau tidaknya unsur pelanggaran, yang jelas itu kewenangannya Bawaslu,” tegasnya.

Lanjut Edy, jika terdapat unsur pelanggaran yang dikeluarkan Bawaslu, akan diproses dan ditindaklanjuti Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Di mana pelaksanaannya, akan berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu dan satuan tugas (Satgas) COVID-19 Berau.

Tidak hanya peserta dan tim pemenangan pasangan calon. Masyarakat yang mengindahkan protokol kesehatan diancam pidana. Penindakan diatur dalam pasal 93 Undang-Undang Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pelanggarnya bisa dipidana 1 tahun penjara. Denda Rp 100 juta. Aturan ini diperkuat pasal 14 Undang-Undang Nomor 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Masyarakat yang mengindahkan imbauan dan melawan pejabat dalam menjalankan tugas yang sah akan dipidana 1 tahun 4 bulan. Aturan itu jelas diatur ke dalam pasal 212 KUHP,” jelasnya.

Kemudian pada pasal 214 KUHP, jika dilakukan lebih dari satu orang diancam pidana 7 tahun penjara.  Selanjutnya, jika tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang, sesuai pasal 216 KUHP terancam kurungan badan paling lama 4 bulan 2 minggu.

 “Di Pasal 218 KUHP, barang siapa berkurumun dengan sengaja, tidak segera pergi setelah diperintah 3 kali oleh penguasa berwenang, dipidana 4 bulan 2 minggu. Saya berharap ini jadi perhatian, mengingat Berau masih pandemik COVID-19,” tandasnya.

Ketua KPU Berau, Budi Harianto menegaskan, di PKPU Nomor 13/2020 jelas mengatur pelaksanaan pilkada serentak lanjutan di masa pandemik COVID-19. Terutama hal yang dilarang. Secara gamblang dituangkan ke dalam pasal 88C.

Disinggung apakah aturan tersebut sudah disosialisasikan? Dia menjawab, itu sudah disampaikan kepada tim maupun pasangan calon yang bersangkutan.

“Begitu terbit, aturan langsung berlaku berserta sanksi. PKPU sudah jelas, tinggal eksekusi dari Bawaslu saja. Karena sudah masuk ke dalam ranah pengawasan,” ucapnya.

Sebelumnya juga, Tim Kampanye Seri Marawiah dan Agus Tantomo membantah telah melanggar PKPU Nomor 13/2020. Video yang beredar diakui bukan konser musik, itu hanya iring-iringan musik biasa. Hanya sebagai hiburan usai pelaksanaan kampanye di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kampung Tanjung Batu.

SekretarisTim Kampanye Seri Marawiah dan Agus Tantomo, Achmad Rijal membantah, melaksanakan kegiatan yang dinilai bertentangan dengan PKPU Nomor 13/2020. Kegiatan berlangsung pada Rabu (30/9), ditegaskannya, bukanlah konser musik.

Definisi konser musik, merupakan pertunjukan musik di depan umum. Pertunjukkan oleh sekelompok pemain musik dengan beberapa komposisi perseorangan. Meski dalam video yang beredar, menunjukkan sebagian peserta bergoyang sembari diiringi musik. Itu, kata dia, tidak termasuk konser musik.

“Itu hanya iringan musik biasa. Hanya menghibur peserta yang hadir,” katanya kepada Disway Berau, Jumat (2/10).

Menurutnya, konser musik kurang tepat. Bertentangan dengan komitmen duet Seri Marawiah dan Agus Tantomo. Pasangan calon nomor urut 1, mentaati PKPU Nomor 13/2020.

Karena setiap kegiatan, pihaknya melakukan upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19. Upaya nyata yang dilakukan, setiap kegiatan dimulai dengan pembacaan protokol kesehatan, membagikan masker hingga menyediakan tempat cuci tangan bagi peserta.

“Jadi kalau disebut kami mengadakan konser musik, itu tidak benar,” ucapnya.

Pihaknya pun menyesalkan, terjadinya kerumunan massa yang cukup banyak. Terjadi di detik-detik pengujung acara. Kejadian itu tidak dapat dihindari. Terjadi secara spontanitas. Padahal, pihaknya telah membatasi jumlah peserta. Dengan absensi. Maksimal 50 orang. Sesuai aturan pelaksanaan kampanye.

“Kami sudah berupaya menghindari, namun terjadi. Kejadian itu menjadi bahan evaluasi kami. Karena kami komitmen selalu mengedepankan protokol kesehatan, dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” pungkasnya.*/jun/app

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar