Biaya Swab Mandiri Rp 900 Ribu Belum Semua Faskes Siap

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Tarif swab mandiri terbaru belum sepenuhnya diterapkan. Beberapa fasilitas kesehatan (faskes) ragu. Takut rugi. Mengingat alat Polymerase Chain Reaction (PCR) memiliki biaya tinggi untuk pengoperasiannya.

“Untuk sementara kami belum melayani pemeriksaan kesehatan uji swab dengan PCR,” ujar salah satu petugas kesehatan yang tak menginginkan nama Faskesnya disebut, Kamis (8/10/2020).

Kepala Diskes Balikpapan Andi Sri Juliarty menyebut sampai saat ini faskes yang sudah siap mengikuti aturan tarif swab hanya Lab Prodia Balikpapan. Sebelumnya mematok tarif dikisaran Rp 2,5 juta.

“Kalau RSUD Beriman mulai hari ini (kemarin) sudah menerapkan swab mandiri Rp 900 ribu,” ujarnya, kemarin. Ia menjelaskan selama ini alat PCR yang ada di RSUD Beriman adalah hasil kerjasama dengan PT PAMA. Sehingga alat itu lebih ditujukan pada karyawan yang akan berangkat ke site lokasi operasionalnya. Namun bukan dipakai untuk umum.

Adapun Laboratorium Tirta Balikpapan sudah menetapkan jadwal. Khusus pemeriksaan uji swab alat Tes Cepat Molekular (TCM) dilakukan Senin dan Selasa. Maksimal 5 orang per hari. Dan buka setiap Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Maksimal bisa melayani 20 orang per hari. Dengan biaya Rp 900 ribu. “Itu efektif per tanggal 12 Oktober nanti,” tambah Sri.

Baca juga: Bawa ‘Bekal’ Miliaran Rupiah, Diciduk KPK di Restoran Mewah

Begitu juga dengan rumah sakit lainnya di Balikpapan. Tak banyak yang punya alat PCR. Kalau pun ada hanya faskes swasta. Mereka mesti berhitung. Seperti Lab Prodia yang sudah menyatakan diri mengikuti tarif Rp 900 ribu tersebut.

Sementara RS Siloam belum memberikan konfirmasi kepada Satgas COVID-19. Alasannya alat PCR juga membutuhkan reagen sebagai bahan baku untuk mengolah sampel menjadi data akurat. Apakah seseorang itu terkonfirmasi positif atau negatif.

“Mereka harus mencari dulu (reagen) yang masuk dalam harganya,” ujar Sri.

Media ini berkunjung ke RSUD Beriman. Fendy, salah satu pasien yang hendak mengikuti tes swab mengaku sangat terbantu dengan pengurangan tarif.

Ia bekerja di salah satu perusahaan alat berat di Balikpapan Timur. Kata Fendy dirinay diharuskan perusahaan melakukan pengecekan kesehatan uji swab setiap kali akan bertolak untuk bertugas ke luar daerah. “Ya saya sangat terbantu,” katanya singkat. (ryn/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar