Pesawat Jatuh, Dua Penumpang Meninggal Dunia

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Suasana Bendungan Teritip mendadak tegang, lantaran sebuah pesawat terjatuh pada Kamis (8/10/2020). Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Tim SAR Balikpapan untuk melakukan evakuasi.

Dengan cepat, jajaran Tim SAR Balikpapan dibantu potensi SAR langsung tiba di lokasi kejadian, setelah menerima informasi kejadian berdasarkan pemancar yang ditangkap. Dari informasi yang didapatkan setelah tiba di lokasi, ada lima orang yang jadi korban. Berbekal kemampuan para personel, korban pun berhasil dievakuasi. Tiga di antaranya berhasil selamat, sementara dua meninggal dunia.

Hanya saja, kejadian tersebut hanyalah simulasi Uji Pelaksanaan Operasi SAR di Bendungan Teritip, Balikpapan Timur. Uji tersebut mengambil skenario kecelakaan pesawat dengan menggunakan teknologi tingkat 1 sebagai penangkap titik lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

“Jadi kami memang proses pencarian sudah menggunakan teknologi 1. Pada saat pesawatnya jatuh itu, pilotnya sudah menggunakan Emergency Locater Transmitter. Jadi nanti sinyal itu dipancarkan dan akan ditangkap oleh Basarnas, jadi ini sistem satelit. Nah, di situ nanti kami mengetahui lokasi jatuhnya tersebut. Sehingga dengan peralatan tersebut bisa mempercepat response time untuk evakuasi,” ujar Agus H, Kepala Sub Direktorat Pengarahan dan Pengendalian Potensi SAR.

Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan personel, agar melakukan operasi SAR sesuai prosedur dan cepat tanggap. Di mana memang selama ini apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Hanya saja pihaknya ingin kemampuan personel bisa ditingkatkan lagi.

“Jadi kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan operasi SAR oleh Kantor SAR Balikpapan ini sudah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh Basarnas. Sehingga kami terus melakukan uji fungsi untuk menjaga kualitas operasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat hasilnya maksimal. Uji ini dilakukan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Agus, kecepatan personel untuk tiba di lokasi kejadian selama 25 menit. Durasi ini terbilang cepat dengan melihat lokasi jatuhnya pesawat. Namun para personel harus bisa terus meningkatkan response time-nya di lokasi kejadian manapun.

Response time kami itu 25 menit. Itu dari pertama kami terima respons kejadian sampai menuju lokasi. Karena kalau sampai di lokasi kita tidak bisa menentukan, kalau lokasinya dekat ya bisa lebih cepat,” tambahnya.

Agus berharap para personel bisa terus melakukan upaya maksimal dalam pelaksanaan operasi SAR guna meminimalisasi jatuhnya korban.

“Sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa maksimal dan mencegah jatuhnya korban,” tutupnya. (Bom/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar