4 Fakta tentang Cawapres AS Harris- Pence

Washington, nomorsatukaltim.com – Debat antara Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dan Senator Kamala Harris disebut-sebut oleh komentator sebagai salah satu momen kunci kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2020. Kedua calon akan berhadapan di Salt Lake City, Utah, dalam debat yang disiarkan di televisi pada Rabu (7/10) malam.

Menyusul kabar Presiden Donald Trump yang dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (2/10) lalu, Komisi Debat Presiden telah meningkatkan protokol pencegahan virus dalam debat tersebut.

Pence-Harris akan dipisahkan oleh sekat kaca untuk mengurangi risiko penularan virus dan berdiri terpisah sejauh 3,7 meter.

Debat akan berlangsung selama 90 menit. Tanpa jeda iklan. Dan akan dibagi menjadi 9 segmen. Masing-masing segmen kira-kira berdurasi 10 menit. Susan Page dari Kepala Biro USA Today Washington akan memoderatori debat tersebut.

Melansir The Guardian, untuk debat ini, Pence telah berlatih dengan Pam Bondi, mantan Jaksa Agung Florida, yang memainkan peran sebagai Harris. Sementara Harris telah berlatih dengan Pete Buttigueg, sesama anggota Demokrat yang berperan sebagai Pence.

Berikut 4 fakta mengenai Harris dan Pence jelang debat cawapres AS: Pertama, Harris vokal mengkritik Donald Trump. Dia diketahui sangat vokal menyuarakan kritik atas penanganan pemerintahan Trump terhadap pandemi virus corona. Yang telah menewaskan lebih dari 210 ribu warga AS.

Dalam sebuah pidatonya, Harris menyinggung kebiasaan Trump yang sering berkicau di Twitter. Dia mengatakan, pandemi tidak akan dapat dihentikan dengan hanya menulis di Twitter.

Pada Mei, dia mengajukan Undang-Undang Gugus Tugas Disparitas Ras dan Etnis COVID-19. Untuk menyelidiki perbedaan ras. Karena orang-orang BAME atau minoritas dianggap terkena dampak yang lebih merugikan.

Seirama dengan Trump, Pence juga meremehkan COVID-19. Seperti halnya Trump, Pence juga meremehkan pandemi virus corona dan membidik pemberitaan media tentang angka kematian di AS.

Dia mengatakan, kepanikan atas virus itu “berlebihan” dan memuji keberhasilan pemerintahannya dalam mengatasi pandemi. Pence juga meremehkan gelombang kedua COVID-19 dan meyakinkan warga AS bahwa pemerintahannya telah memenangkan perang melawan virus.

Kedua, Pence tolak sekat pleksiglas saat debat. Komisi Debat Presiden menyetujui permintaan Partai Demokrat untuk menggunakan penghalang plastik dalam debat calon wakil presiden. Demi meminimalkan risiko penularan COVID-19 pasca Trump dinyatakan positif terpapar virus.

Semula 2 penghalang kaca pleksiglas akan dipasang di panggung debat: 1 di sebalah meja tempat Pence dan 1 lainnya di samping meja Harris. Namun seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Pence tidak menginginkan sekat tersebut saat debat.

Menurutnya, permintaan penggunaan sekat kaca pleksiglas berlebihan. Terlebih pedoman CDC merekomendasikan untuk menjaga jarak sejauh 2 meter. Sementara Pence dan Harris akan berada dalam jarak 3,7 meter.

Ketiga, Harris seorang pendebat ulung. Karier Harris sebagai seorang pengacara jaksa penuntut yang berpengalaman membuatnya dipandang secara luas sebagai pendebat yang tangguh. Dia memulai karier hukum di kantor jaksa wilayah Alameda County. Sebelum ia bekerja sebagai jaksa wilayah di San Fransisco. Harris menjadi orang kulit hitam pertama sekaligus wanita pertama yang mendapatkan gelar tersebut.

Keempat, Pence tak bisa dianggap remeh. Seorang anggota Demokrat dari Indiana, John Gregg yang bersekolah di sekolah hukum yang sama dengan Pence sekaligus berhadapan dengannya dalam pemilihan gubernur negara bagian pada 2012 mengatakan, orang-orang meremehkan keterampilan Pence.

Melansir USA Today, Gregg mengatakan, Pence mudah untuk diolok-olok. Karena dia seorang konservatif. Tapi tak banyak yang mengetahui fakta bahwa Pence adalah pendebat yang sangat baik. (cnn/qn)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar