Rencana Nagabhuana Bangun Pabrik Ketujuh di Kaltim

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Rencana investasi PT Nagabhuana Aneka Piranti di Kaltim disambut baik pengusaha lokal. Hal ini dinilai kabar baik bagi industri perkayuan Bumi Etam.

Diketahui, Naga Group berencana membangun unit ke-7 miliknya di Kaltim. Dengan produk berupa plywood dan juga barecore. Naga Group nantinya akan bekerjasama dengan PT Rayon Utama Makmur (RUM). Yakni perusahaan yang memproduksi kapas sintesis (serat rayon). Yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) Kaltim Novel Chaniago berpendapat proyeksi pembangunan pabrik tersebut merupakan pintu masuk yang penting. Tidak hanya untuk industri perkayuan saja, melainkan untuk industri-industri lainnya. “Areal hutan tanaman industri juga,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin.

Meski sudah mendengar kabar baik ini, ia mengatakan pihaknya saat ini masih belum menerima ajakan berpartisipasi dalam mega proyek tersebut.

Baca Juga: Jepang Berminat Investasi di Kaltim, Ini Bidang yang Mau Digarap

Terlepas dari itu, menurutnya, kebutuhan bahan baku serat rayon sendiri cukup besar. Industri kehutanan lain di Kaltim akan diperlukan. Namun karena masih awal, hingga kini, baru sampai kepada tahap penjajakan antara Pemprov Kaltim dan PT Nagabhuana Aneka Piranti. “Secara official belum ada (bertemu) untuk membicarakan ini,” lanjutnya.

Ia menyampaikan para pengusaha industri perkayuan menyambut baik hal tersebut. Hal ini dinilai saling menguntungkan. Investor baru yang masuk, merupakan hal yang menggairahkan bagi para pelaku usaha. Karena akan memberikan nilai tambah pada produk.

Novel juga mengapresiasi Gubernur Kaltim Isran Noor yang melihat hal ini sebagai sesuatu yang serius. “Industri kehutanan, rayon, itu semua kan akan diarahkan sebagai bahan baku tekstil. Sungguh sangat baik beliau (Gubernur Kaltim Isran Noor) langsung pergi mengunjungi pabrik di Sukoharjo. Keseriusan tersebut angin segar bagi kita,” pungkasnya.

Pendekatan PT Nagabhuana Aneka Piranti memang mendapat lampu hijau Isran Noor. Kunjungan gubernur baru-baru ke Pondok Kayu, Kantor Pusat Naga Group di Telukan, Sukoharjo, Jawa Tengah tak lain ingin melihat keseriusan Naga Group.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Nagabhuana Aneka Piranti Gunawan Wijaya mengatakan, proyeksi Naga ke-7 di Kaltim akan menjadi unit Naga Group terbesar dibandingkan pendahulunya. Seperti diketahui, saat ini 5 unit pabrik Naga Group berada di Jawa Tengah dan 1 unit di Pulang Pisang, Kalimantan Tengah.

“Dengan segala kerendahan hati agar Pak Gubernur dan jajaran pemprov membantu (menyelesaikan). Sehingga kami bisa segera berjalan dan berkarya di Kaltim,” ucap Gunawan, saat menerima kunjungan gubernur di Sukuharjo, 1 Oktober lalu.

Nagabhuana unit 7 akan menjadi yang terlengkap. Karena proyeksi akan hutan Kaltim yang terbilang luas. Naga Group akan segera melengkapi berbagai keperluan untuk pembangunan Naga 7. Di mana pembangunan tersebut akan menyedot anggaran hingga triliunan rupiah.

Untuk rencana besar ini, mereka pun telah menyiapkan rencana operasi yang bukan hanya memproduksi plywood. Tetapi barecore, juga furniture berkualitas yang nantinya bisa diekspor.

“Beliau (Gubernur Isran Noor) sudah melihat sendiri. Kami bekerja dan punya market yang jelas. Di semua unit, pabrik kami bekerja dengan sangat baik,” tegas Gunawan.

Gunawan juga membeberkan beberapa ironi yang terjadi. Di mana PT RUM yang memproduksi rayon untuk bahan kain PT Sritex, masih harus mendatangkan bahan baku utama selulosa dari Brazil.

Padahal bahan tersebut berasal dari kayu. Dimana bahan itu bisa dikembangkan di tanah Bumi Etam. “Kita banyak membuang-buang devisa ke luar negeri. Banyak hutan kita yang mangkrak dan bisa dikelola dengan baik. Sehingga kita bisa produksi itu (selulosa) sendiri. Dan tidak harus belanja lagi ke luar (negeri),” bebernya.

Gunawan menuturkan sinergitas tersebut sejatinya bisa dibangun di Kaltim. Hutan yang kosong bisa ditanami. Rakyat pun bisa dipekerjakan. Sehingga memperoleh penghasilan. Diperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk Naga Group ke-7 ini sebanyak 2 ribu orang.

Penjagaan ekosistem hutan juga akan dilakukan dengan baik. Dan tidak terabaikan. Di sisi lain, industri akan mendapat pasokan yang pasti. Sehingga menghasilkan produk yang kemudian diekspor dan menghasilkan devisa bagi negara. “Kami akan memulai dari Kaltim yang sudah dipercaya menjadi IKN,” tandasnya. (nad/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar