Di Kutim, Klaster Keluarga Meningkat

Kutim, nomorsatukaltim.com – Kondisi terkini COVID-19 di Kutai Timur (Kutim) makin meluas. Bahkan transmisi lokal, penyebarannya masuk lingkup keluarga. Sehingga, Dinas Kesehatan Kutim menetapkan klaster keluarga jadi klaster yang sukar ditangani.

Kepala Diskes Kutim, dr Bahrani Hasanal memastikan hal tersebut. Ada sekitar 45 keluarga yang masuk dalam klaster ini. Akibatnya 130 orang harus masuk dalam pengawasan.

“Klaster Keluarga ini kebanyakan orang tanpa gejala. Baru ketahuan ketika dites. Tes pun dilakukan karena merasa ada gejala,” ucap Bahrani.

Penyebab utama, kontak di luar saat beraktivitas. Kemudian dibawa ke rumah. Juga banyaknya keluarga yang melakukan perjalanan ke luar kota.

“Memang susah juga dibendung. Karena merasa sehat saja, pulang kerja langsung bersentuhan dengan anggota keluarga,” tuturnya.

Diskes Kutim coba mengevaluasi masalah tersebut. Berharap bisa mendapat jalan keluar hingga dapat menekan laju penularan virus ini. Upaya pertama yang coba dijalankan adalah berlakunya kerja dari rumah untuk kantor pemerintahan.

“Tapi hanya beberapa kantor dulu dan hanya pada tingkat kepala seksi ke bawah,” beber Bahrani.

Sehingga, hanya ada pejabat teras yang tetap bekerja di kantor. Ia menghitung, ada sekitar 14 organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengambil tindakan itu.

“Salah satunya, seperti bagian pemerintahan, Bappeda dan lainnya. Tapi tidak total, hanya sebagian saja,” ungkapnya.

Kemudian langkah lainnya adalah melakukan tes swab kepada anggota keluarga itu. Untuk memastikan, apakah tertular atau tidak. Satu per satu pihaknya akan memanggil keluarga yang masuk klaster tersebut.

“Karena kita ini, trend-nya sama dengan kabupaten/kota lain. Makin banyak yang tes, makin terlihat banyak yang positif,” tandasnya. (bct/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar