Pintu Masuk Tenggarong Dijaga Ketat Akhir Pekan

Kukar, nomorsatukaltim.com – Operasi Yustisi terus berlanjut. Bertambah dua pekan lagi. Hingga 14 Oktober 2020. Ujung dari hasil evaluasi Operasi Yustisi jilid pertama. Yakni 16-30 September lalu.

Namun Operasi Yustisi jilid II ini tidak seketat sebelumnya. Utamanya soal penjagaan pintu masuk ke Tenggarong yang agak direnggangkan.

Sebelumnya, pintu masuk ke Tenggarong dari arah Samarinda dan Loa Janan dijaga ketat oleh aparat saban hari. Hingga jam 10 malam. Kali ini hanya dijaga ketat saat akhir pekan saja. Asumsi dan perhitungannya adalah hanya pada akhir pekan jumlah kunjungan ke Tenggarong sangat tinggi.

“Lebih kepada (fokus) saat weekend,” ujar Koordinator Utama Penegakan Pendisiplinan Prokes COVID-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling pada Disway Kaltim, Senin (5/10/2020).

Tapi untuk operasi lainnya. Tetap berjalan seperti sebelumnya. Petugas masih berkeliling seluruh area Kukar. Secara terpisah juga. Untuk menyasar tempat-tempat yang ramai manusianya.

Sosialisasi terus digalakkan. Tapi ketika ditemukan pelanggar. Tidak ada ba bi bu lagi. Langsung ditindak sesuai Perbup yang berlaku. Sanksi sosial.

Pelonggaran ini, disebut Alling. Karena pada evaluasi Operasi Yustisi sebelumnya. Berjalan sukses. Kesadaran masyarakat makin meningkat. Ya, walau ada saja yang masih bandel. Dilonggarkan bukan berarti tak diawasi lagi. Terpenting adalah di masa-masa seperti ini. Kesadaran masyarakat harus tetap tinggi.  Bukan skill kucing-kucingan dengan aparatnya yang tinggi.

“Dua minggu (kemarin) sangatlah efektif,” lanjut Alling.

Meskipun jumlah pasien terus bertambah. Alling menyebut bukan berarti Operasi Yustisi jilid I gagal. Berdasarkan hasil diskusinya dengan pakar epidemiologi, hasilnya akan dirasakan hingga dua pekan hingga satu bulan pasca dilakukan penertiban dan penindakan protokol kesehatan COVID-19. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar