Komisi I Pertanyakan Hasil Swab Berbeda


Komisi I DPRD Berau mengadakan RDP dengan Dinas Kesehatan Berau, RSUD dr Abdul Rivai dan Klinik Tirta Medical Center, Senin (5/10)(IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Swab yang dilakukan Klinik Tirta Medical Center Berau dan RSUD Kanujoso Balikpapan hasilnya berbeda.

Hal tersebut dipertanyakan Komisi I DPRD Berau. Saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, Senin (5/10) Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong menyebutkan, pemeriksaan swab Calon Bupati Berau, Sri Juniarsih di Berau negatif, tapi di Balikpapan positif. “Kok bisa berbeda,” tanya Feri.

Ia khawatir hasil pemeriksaan di Berau tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini, katanya, banyak pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab Klinik Tirta.

“Jangan sampai orang yang dinyatakan sembuh itu sebenarnya masih sakit,” katanya.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menegaskan, hasil swab yang dikeluarkan Klinik Tirta sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sudah sesuai, dan jika memang ada perubahan hasil dengan lainnya, itu hal biasa,” tegasnya.

Iswahyudi menjelaskan, alat yang dimiliki Lab Klinik Tirta dengan RS Kanujoso berbeda. Tapi tetap sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Tidak ada unsur atau indikasi politik. Sesuai SOP kesehatan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Perwakilan Klinik Tirta, dokter David mengatakan, setiap alat memiliki sensitivitas yang berbeda. Termasuk item gen yang diperiksa.

“Kalau masalah perbedaan hasil, itu harus dicrosscek lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, harus dilakukan perbandingan hasil dari pemeriksaan RSUD Kanujoso dengan pihaknya. “Termasuk gen-gennya,” katanya.

Yang jelas, tegasnya, alat yang dimilikinya sesuai standar baku dan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. (FST)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar