Asa Tuah yang Sama

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sri Juniarsih-Gamalis mendapatkan nomor urut 2 di Pilkada 2020. Mendiang suami Sri Juniarsih di Pilkada 2015, juga mendapatkan nomor urut yang sama.(HENDRA/DISWAY BERAU)

Angka 2 punya cerita dan kenangan tersendiri bagi Sri Juniarsih Maksir. Sekaligus menjadi motivasi baginya. Senin (5/10), Sri yang menggantikan mendiang suaminya, bersama Gamalis mendapatkan nomor urut 2 sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020.

Keduanya tentu resmi bertarung di Pilkada 2020, dan akan mulai berkampanye pada Rabu (7/10) besok. “Kami bersyukur, dan berterima kasih kepada masyarakat Berau yang telah mendukung kami sampai saat ini,” ujar calon bupati Berau Sri Juniarsih, usai penetapan nomor urut oleh KPU Berau dalam rapat pleno kemarin.

Angka 2, diungkapkan Sri punya sejarah tersendiri di Pilkada. Mendiang suaminya, saat mencalonkan diri sebagai calon bupati Berau 2015 lalu, juga mendapatkan nomor urut 2, yang akhirnya menjadi bupati Berau periode 2016-2021. Sehingga, Sri Juniarsih berharap tuah yang sama.

Selain itu, angka 2 juga memiliki kenangan, terutama saat dirinya dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) bersama mendiang suaminya. Pasalnya, saat suaminya meninggal karena tidak mampu bertahan serangan COVID-19, makamnya di Balikpapan juga diberi kode 202.

“Nomor urut 2, nomor almarhum suami saya saat mendaftar menjadi bupati 5 tahun lalu. Makamnya di Balikpapan juga memiliki nomor 202. Jadi bagi saya pribadi, ini adalah sejarah sekaligus menjadi kenangan terindah, serta motivasi bagi kami,” tuturnya.

Dirinya juga menegaskan, akan melanjutkan perjuangan almarhum suaminya, agar bisa membangun Kabupaten Berau lebih baik lagi kedepannya.

“Saya sebagai calon bupati Berau bersama calon Wakil Bupati Berau Gamalis akan melanjutkan cita-cita, serta program, dan perjuangan Almarhum untuk membangun Berau lebih baik lagi. Apalagi program yang dibawa Almarhum juga sangat berpihak dan pro kepada masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya kata Dia, pihaknya akan segera melaporkan rekening dan dana awal yang akan digunakan untuk melakukan kampanye, sebagai persyaratan lanjutan sebelum melakukan kampanye pada Rabu besok.

“Itu juga sudah selesai, dan persyaratan lain sebelum memulai kampanye semua sudah kami selesaikan,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, meskipun pasangannya terlambat satu minggu berkampanye dari paslon nomor urut 1, pihaknya tidak khawatir. Sebab kata Dia, timnya memiliki cara atau strategi untuk mengejar ketertinggalan.

“Benar, kami kalah start awal seminggu dari paslon lain, tapi kami tidak khawatir. Yang jelas, setelah ini kami langsung tancap gas, dan bergerak cepat. Tim kami juga akan berusaha semaksimal mungkin memenangkan,” tuturnya.

Gamalis juga memastikan, dalam berkampanye, pihaknya akan mengedepankan penerapan protokol kesehatan (Protkes) guna mencegah COVID-19.

“Protkes pencegahan dan pengendalian COVID-19 prioritas bagi kami. Dan akan dilaksanakan setiap kampanye di manapun lokasinya. Kami juga bersedia diberikan sanksi apabila melanggar protkes pencegahan COVID-19,” terangnya.

Ketua KPU Berau Budi Harianto mengatakan, dengan penetapan nomor urut 2 untuk paslon Sri Juniarsih Maksir dan Gamalis, maka selanjutnya sudah bisa kampanye, dimulai Rabu besok.

“Karena masih ada yang harus diselesaikan, seperti pembukaan rekening kemudian pelaporan dana awal kampanye. Paling tidak itu dibuat hari ini (Kemarin) hingga besok (Hari ini). Setelah itu baru bisa berkampanye hingga 5 Desember,” jelasnya.

Untuk dana awal kampanye, baik paslon nomor 1 maupun 2, nantinya akan dipublikasikan di website KPU Berau, agar dapat dilihat semua masyarakat.

“Untuk paslon nomor 1 sudah menyerahkan laporannya. Saya tidak ingat jumlahnya berapa, karena yang menangani itu divisi hukum. Sementara kami masih menunggu laporan dari paslon nomor 2,” ujarnya.

Dikatakannya, setelah paslon nomor 2 kampanye, pihaknya akan fokus ke tahap selanjutnya, yakni pengadaan logistik pemilu. Tidak itu saja, pada 9 hingga 16 Oktober, ada tahapan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Usai DPT ditetapkan, selanjutnya mencetak surat suara beserta menyiapkan logistik lainnya, baik kotak suara, dan bilik suara.

“Begitu juga dengan formulir suara juga akan dipesan juga. Jadi memang fokus kami di KPU Berau ini mempersiapkan logistik, setelah tahapan pencalonan selesai,” jelasnya.

Sementara sosialisasi yang dapat dilakukan oleh masing-masing paslon adalah tatap muka dan dialog. Yang mana kegiatan itu dilaksanakan dalam gedung atau dalam ruangan. Sementara untuk rapat umum sudah tidak boleh lagi diselenggarakan dengan diterbitkannya PKPU 13/20.

Namun menurut Budi, kampanye lebih diutamakan secara daring (Dalam jaringan) melalui media sosial untuk menghindari penyebaran COVID-19.

“Apabila secara tidak tidak memungkinkan, bisa dilakukan tatap muka langsung namun tetap melaksanakan protokol kesehatan maksimal 50 orang,” pungkasnya. */ZZA/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar