Pesona Winger Muda Borneo FC, 2 Laga 2 Kontribusi Gol

Pertarungan di pos sayap kiri Borneo FC Samarinda bakal semakin sengit. Di luar Diogo Campos dan Sultan Samma yang bisa bermain baik di posisi itu. Dua nama muda sangat menarik diikuti kiprahnya.

NAMA pertama adalah M. Sihran. Pemain yang mendapat julukan Messi oleh Pusamania itu memang sejak musim lalu sudah mencuri perhatian. Sematan Messi Sihran tentu tak datang secara tiba-tiba. Bertubuh mungil, Sihran punya ciri khas berani berduel dengan pemain lawan.

Gocekannya aduhai. Ia juga tipe pemain sayap modern. Yang tak hanya mengandalkan umpan silang. Karena kebetulan juga akurasi umpan silangnya belum terlalu bagus. Masih perlu dilatih.

Tapi ia punya kecenderungan berani cut inside. Dari sisi sayap. Ia menggiring bola dengan cepat. Lalu menusuk ke dalam kotak penalti.

Sihran juga bisa diandalkan saat tim mengharuskan bermain bola panjang. Kecepatan larinya di atas rata-rata.

Musim lalu, ketika Borneo FC ditangani Mario Gomez. Sihran adalah salah satu anak emasnya. Kerap dimainkan sebagai super sub. Menggantikan Sultan Samma atau Ubay –kini di Barito-. Ketika Sihran masuk, permainan Borneo FC sering menjadi cair.

Konsentrasi bek lawan yang terpecah bisa dimanfaatkan pemain lain untuk membuka ruang.

Dengan Sultan Samma yang akan lebih diberdayakan mengisi posisi gelandang tengah. Praktis posisi Sihran di sayap kiri lebih lowong. Tapi itu sebelum kedatangan pemain junior lainnya, Fajar Fathur Rachman.

Jebolan timnas muda itu langsung menggebrak sejak didatangkan beberapa waktu lalu. Di laga uji coba pertama, Fajar masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Hasilnya, 1 asis untuk gol Guy Junior.

Saat itu ia menggiring bola di sisi kiri dalam posisi serangan balik. Sadar bahwa penjagaan di kotak penalti Persiba tidak terlalu ketat. Pemain muda itu langsung merangsek ke dalam. Dua bek coba menghalaunya. Tanpa sadar meninggalkan Guy bebas seorang diri.

Tanpa pikir panjang, Fajar memberi umpan datar pada Guy. Tak terlalu keras, tapi tepat sasaran. Guy yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang tak kesulitan mencetak gol kedua Borneo FC.

Di laga uji coba kedua. Masih menghadapi Persiba juga. Fajar dijadikan starter oleh Gomez. Tak ia sia-siakan kesempatan itu. Ia mencetak gol penyama kedudukan. Berawal dari tendangan bebas, bola memantul liar dalam kotak penalti.

Fajar kemudian mendapat bola muntahan itu dan langsung menceploskan bola ke gawang Persiba. Gol. Skor 1-1 jadi hasil akhir laga sengit di Stadion Batakan itu.

Balik ke Samarinda. Fajar langsung berlatih bersama tim inti. Saat Gomez memisahkan pemainnya menjadi dua tim. Sementara Sihran tergusur posisinya untuk berlatih bersama tim pelapis.

Memang itu baru simulasi. Karena tim inti masih kerap dibongkar pasang. Tapi sedikit banyak itu sebagai gambaran jika Fajar punya progres yang sangat baik di tim utama Pesut Etam.

“Ya, progresnya sangat bagus. Semoga dia bisa pertahankan dan konsisten,” ujar Ahmad Amiruddin. Asisten pelatih Borneo FC.

Amir tak menampik jika Fajar punya potensi besar. Tapi baru sebatas pengakuan awal. Amir tak ingin berlebihan. Selain arena pembuktian sebenarnya ada di kompetisi resmi. Ia juga tak ingin pemainnya itu jadi besar kepala.

Dedi Hartono juga mengakui. Kalau Fajar punya kans bagus untuk jadi pilihan utama. Secara umum Dedi senang dengan kehadiran Fajar. Karena memperkaya variasi dan komposisi penyerang Borneo FC. Artinya pelatih makin punya banyak pilihan. Siapa yang dipilih, tergantung kebutuhan taktik dan kekuatan lawan saja.

Sebagai pemain sayap. Dedi tahu betul potensi Fajar. Begitu juga dengan titik lemahnya.

“Kecepatan sudah bagus. Kekuatan juga. Hanya ketenangan saja yang masih kurang,” ujar Dedi.

“Tapi itu wajar. Dia masih muda sehingga masalah ketenangan memang masih kurang. Semakin sering diberi kepercayaan. Saya yakin dia bisa makin berkembang,” tuntas Dedi.

Memang betul kata Dedi. Sebagai pemain yang ukuran badannya mungil juga. Fajar diberkahi kecepatan lari dengan atau tanpa bola yang mumpuni. Nilai plusnya dari Sihran adalah, Fajar punya body balance yang lebih kokoh. Walau soal kelincahan Sihran masih unggul.

Baca juga: Disebut Bisa Sembuhkan COVID-19, Seledri di Pasar Kaltim Sekarang….

Tinggal waktu saja. Sampai pesona Fajar Fathur Rachman benar-benar terpapar. Siap nggak, Jar? (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar