Perlu Peningkatan Kompetensi Wartawan di PPU

PPU, nomorsatukaltim.com – Era digital menuntut peningkatan kompetensi seorang jurnalis. Karena penyebaran informasi yang kian masif di internet, kebenarannya kini banyak dipertanyakan masyarakat.

Kondisi ini yang akhirnya menuntut peran seorang wartawan, sebagai insan yang berkompeten menyebarkan informasi akurat sesuai kode etik jurnalistik.

Berbeda dengan zaman dulu. Saat media sosial (medsos) tidak eksis, seperti beberapa tahun belakangan.

“Kalau zaman saya, wartawan itu ditakuti. Karena dia sumber informasi utama,” kata Wakil Dewan Pers Pusat, Hendry Ch Bangun dihadapan peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-472 di Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (4/10/2020).

Kondisi saat ini ia gambarkan. Saat media pers berlomba dengan medsos dalam memberikan informasi untuk masyarakat.

“Tapi bedanya, informasi itu belum dinyatakan faktual. Di situ peran seorang wartawan untuk mengkonfirmasi kebenarannya,” lanjutnya.

Ia berpesan, jangan sampai masyarakat percaya. Karena kurangnya informasi yang didapatkan masyarakat.

“Berarti kompetensi wartawan itu perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Dalam UKW ke-18 se-Kaltim ini, lima belas wartawan dinyatakan berkompeten. Terbagi dalam dua jenjang. Muda dan Madya.

Kompetensi ini dinilai perlu, lantaran Penajam Paser Utara (PPU), ditunjuk menjadi lokasi calon Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia masa depan.

“Sertifikasi ini hanya konfirmasi. Bahwa wartawan itu benar-benar wartawan. Sertifikasi ini juga merupakan tanggung jawab,” ujar Hendry.

UKW kali ini digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bekerjasama dengan Aliansi Pers PPU (AP3U).

Ujiannya digelar selama dua hari sejak 3 Oktober 2020. Di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU. Dalam suasana adaptasi kebiasaan baru pandemi COVID-19. Pun sebelumnya semua peserta dan penguji menjalani rapid tes.

Ada 3 penguji yang dihadirkan. Selain Hendry untuk penguji jenjang Madya. Ada Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel Fathurrahman untuk jenjang Muda.

Hingga saat ini, wartawan berkompeten di Kaltim total berjumlah 320 orang. Termasuk yang wartawan yang dinyatakan berkompeten dalam UKW kali ini. Untuk skala nasional, ada 12.276 wartawan. “Semoga PWI PPU bisa segera terbentuk,” ucap Endro.

Sebelumya, pada pembukaan UKW, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) mengatakan saat ini merupakan era keterbukaan informasi.

Namun keterbukaan tersebut harus sesuai dengan etika informasi. Perlu kecerdasan dalam mengelola berita.

“Wartawan harus memiliki kualitas yang baik. Agar masyarakat cerdas menyikapi berita,” ujarnya disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU, Budi Santoso.

Lalu, wartawan juga diminta berperan aktif. Berkontribusi seiring dengan program-program pemerintah. Tentu informasi yang disiarkan berpihak ke publik. (rsy/sam)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar