Kredit Angsuran Menurun


Yusuf (DOK)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kredit pemberian jaminan atau agunan atau fidusia di Pegadaian turun 30 persen. Selama dua tahun terakhir, baru kali ini penurunan terjadi.

Pimpinan Pegadaian Tanjung Redeb, Yusuf mengaku pandemik COVID-19 yang belum mereda menjadi penyebab. “Kalau kredit gadai masih tumbuh sekira 5 persen. Dari target peningkatan 20 persen.

Ia mengaku memaklumi penurunan itu. Sebab dunia usaha terganggu. Sementara kredit fidusia digunakan untuk pengembangan usaha. Dengan batas maksimal peminjaman hingga Rp 200 juta.

Sedangkan untuk kredit gadai, katanya, meningkat karena harga emas yang merangkak naik hingga menyentuh Rp 1 juta per gram. Maksud Yusuf, ketika kredit barang jaminan meningkat, sejumlah dana yang disalurkan pun meningkat.

“Misalnya Januari kemarin hanya bisa mendapat pinjaman Rp 500 ribu. Namun karena harga jaminan meningkat, bisa mendapatkan tambahan Rp 600 ribu,” ungkapnya kepada Disway Berau, Jumat (10/9).

Sementara, tambahnya, penyaluran kredit fidusia lebih sulit disalurkan di tengah masa pandemik. Sebab membutuhkan persyaratan ketat. Harus dipastikan penggunaan kredit ini bisa berputar dan bergerak produktif.
“Tapi terganggu. Misalnya untuk pembelian mesin produksi melemah. Berbeda dengan kredit konsumtif, memang untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Saat ini, Ujar Yusuf, pembanyaran kredit fidusia dilakukan restrukturisasi atau penundaan pembayaran. Sebenarnya hanya berlaku tiga bulan. Namun melihat kondisi yang belum stabil, pihaknya mempepanjang. “Penundaan bisa sampai Januari 2021 sesuai dengan prediksi pandemik melandai,” ungkapnya.

Tetapi, Kata Yusuf, penundaan pembayaran tetap ada beberapa ketentuan dan tidak dijadikan ajang aji mumpung. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini: