PHKT Olah Limbah Organik Jadi “KONTAN” untuk Petani Marangkayu

Kukar, Nomersatukaltim.com – Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memanfaatkan limbah organik di Santan Terminal dan sekitarnya untuk diolah dan dikembangkan menjadi Pupuk Kompos, yang diberi nama Pupuk “KONTAN” yang berarti Kompos Santan. Pupuk KONTAN ini kemudian dikembangkan menjadi CSR PHKT untuk dimanfaatkan oleh kelompok petani di sekitar Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemanfaatkan limbah-limbah organik bersifat non-B3 ini berasal dari sampah sisa makanan dan sampah dapur di Terminal Santan milik PHKT untuk diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaakan dan distribusikan ke seluruh petani di wilayah Ring 1 PHKT yakni Desa Sebuntal, Semangko dan Kersik di Kecamatan Marangkayu secara rutin.

Pupuk KONTAN yang diproduksi di dalam area Terminal Santan PHKT ini berbahan dasar limbah sisa makanan, sampah dapur (sayuran, ikan, buah, dll), serbuk kayu dan EM4 (bahan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik) dapat memproduksi pupuk sebanyak 1.500 kg (300 pack) per 3 (tiga) bulannya.

Pada rentang waktu tahun 2019-2020 jumlah sampah organik yang dihasilkan di Terminal Santan rata rata mencapai 1.908 kg setiap bulannya, yang berarti bahwa selama setahun terakhir menghasilkan sekitar 22.800 kg limbah organik dari dapur. Hal ini menjadi suatu peluang untuk dapat mengolahnya menjadi suatu produk yang bernilai tambah bagi lingkungan sekitar. Sehingga tercetuslah ide untuk memproduksi pupuk kompos Santan KONTAN yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

PHKT Olah Limbah Organik Jadi “KONTAN” untuk Petani Marangkayu

Produksi Pupuk KONTAN ini sejalan dengan kebijakan lingkungan PHKT dalam menurunkan jumlah limbah padat non-B3 sebesar 10-ton pertahun, sekaligus mengintegerasikan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan Lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, membangun kemitraan yang aktif dan memenuhi harapan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Manager Relation PHKT, Tommy Sibuea menyatakan bahwa PHKT terus berusaha memaksimalkan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan perlindungan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berkelanjutan serta membangun kemitraan yang aktif dan memenuhi harapan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar daerah operasi PHKT. “Kami berharap CSR Pemanfaatan Pupuk Organik KONTAN dapat bermanfaat dan bernilai tambah bagi petani di kecamatan Marangkayu serta berkesinambungan” ungkap Tommy.

Salah satu kelompok petani unggulan yang didukung PHKT dalam penyaluran Pupuk Organik KONTAN yaitu Paguyuban Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu. Pada pelaksanaanya, Pupuk Kompos Organik KONTAN dari Santan Terminal mampu menjangkau dan memberikan stimulus yang positif terhadap kegiatan perkebunan kopi di Desa Prangat Baru tersebut. “Perbaikan unsur hara dalam tanah paska aplikasi Pupuk Kompos KONTAN ditandai dengan semakin hijau dan lebatnya daun pada tanaman kopi robusta. Tanah kebun menjadi lebih gembur dan remah, lebih awet dalam menyimpan air” Ungkap Rindoni Ketua Paguyuban Petani.

PHKT terus berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibilities (CSR) yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan, sebagai upaya mendukung peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar sehingga bernilai lebih bagi lingkungan dan masyarakat secara umum. (adv/sam)

Saksikan video menarik berikut ini:

1 Komentar

  1. Avatar

    Koreksi Pak, itu di Desa Prangat Baru, Kec. Marangkayu (foto eye catch pertama). Hibah pupuk kepada binaan program comdev PHKT, Paguyuban Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak.

    Terima kasih,

Komentar