Masker Scuba Belum Dilarang


Iswahyudi (RENATA/DISWAY)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kesadaran masyarakat Berau menggunakan masker masih rendah. Itu menjadi alasan Dinas Kesehatan belum menerapkan larangan menggunakan masker scuba.

Masker scuba dikenali dari teksturnya yang khas. Relatif tipis dibanding masker katun dan cenderung elastis, lentur, dan mengikuti lekuk wajah.

Di sejumlah daerah, terutama di kota besar, penggunaan masker scuba sudah dilarang. Namun di Berau, menurut Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi, belum. Alasannya, dibandingkan melarang penggunaan masker scuba, pihaknya berupaya agar masyarakat menggunakan masker.

“Fokus dulu bagaimana menggunakan masker. Akhir-akhir ini penggunaan masker scuba banyak diperbincangkan. Seperti penggunaan di KRL Jakarta sudah tidak boleh.Tapi kondisi di sana dengan di sini berbeda,” jelasnya kepada Disway Berau, Jumat (2/10).

Meski demikian, Iswahyudi tetap menyarankan pemakaian masker scuba menggunakan lapisan tisu beberapa lapis. Seperti pada penggunaan masker kain. Agar penggunaannya lebih efektif. Tapi lebih baik lagi, katanya, bila menggunakan masker jenis medis.

“Urutannya pasti yang lebih baik menggunakan masker medis. Lalu kain tapi tetap dilapisi dengan kain. Kalau memang tidak ada pilihan, silakan menggunakan masker scuba,” tegasnya.

Soal larang melarang, tambah Iswahyudi, pihaknya lebih pada kepatuhan dulu terhadap protokol kesehatan. Ke depan kemungkinan akan dilanjutkan dengan jenis masker.

Sebelumnya, Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masker scuba yang terlalu tipis dan satu lapis dikhawatirkan tidak bisa menyaring droplet penyebab COVID-19.

Ia mengaku efektivitasnya hanya berkisar antara 0-5 persen. Sebab pori-pori masker scuba sangat lebar. Makanya, masker kain dianjurkan minimal 2 lapis jika tidak ada masker medis. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar