Gali Potensi Ekspor, Karantina Pertanian Datangi Paser dan PPU

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Upaya peningkatan ekspor di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan. Salah satunya dengan menggali potensi di Kabupaten dan Kota.

Kali ini Karantina Pertanian Balikpapan mendatangi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser. Kedatangannya untuk melakukan audiensi dengan pemerintah setempat.

Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan, Abdul Rahman mengatakan banyak komoditas pertanian yang bisa dikembangkan.

“Pada masa pandemi ini saja, lalu lintas Sarang Burung Walet (SBW) masih terus bergeliat,” jelasnya, Sabtu (3/10/2020).

Berdasarkan data IQ Fast Karantina Balikpapan, tercatat sebanyak 127 ton SBW yang dilalulintaskan melalui Karantina Balikpapan ke berbagai daerah di Indonesia.

Rahman menyebut bahwa kunci agar ekspor dapat langsung dari Kaltim, perlu adanya tempat pemrosesan SBW.

Komoditas lain yang sangat berpotensi untuk dikembangkan ekspor yaitu porang. “Lahan di Kaltim yang sangat luas medukung untuk dikembangkan porang, selain itu tanaman ini juga bisa tumpang sari dengan tanaman lain seperti sawit dan karet,” paparnya.

“Porang sudah banyak diminati di berbagai negara seperti Cina, Vietnam, dan Jepang, ini lah kesempatan kita untuk bangkit mengembangkan porang di tanah Kaltim agar menjadi salah komoditas ekspor unggulan.” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Paser Kaharuddin menyambut baik dan dukungan yang tinggi.

“Kami berterimakasih atas informasi dari Bapak Rahman terkait akselerasi ekspor dan tentunya akan kami tindak lanjuti ke dinas terkait agar segera bergerak melakukan kegiatan terkait potensi ekspor ini,” ujarnya.

Senada dengan Paser, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Ahmad, menyambut hangat hingga mendukung kegiatan ini berkelanjutan.

“Kami akan mendorong dinas pertanian untuk mengembangkan porang di PPU terkait akselerasi eskpor ini,” kata Ahmad.

“Kami siap mendukung dan bekerja sama terkait akselerasi ekspor ini, ada 63 penyuluh pertanian yang siap menjadi ujung tombak untuk membantu mensosialisasikan dan membantu kegiatan ini,” imbuh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Sunardi. (fey/sam)

Saksikan video menarik berikut ini: