Di Tengah Pandemi Corona, 750 Orang Pesta dalam Satu Kolam Renang

Medan, nomorsatukaltim.com – Sebuah video yang memperilhatkan kerumunan di kolam renang di tempat wisata wahana air Hairos Water Park di Jalan Jamin Ginting, Desa Namu Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang viral di media sosial sejak 2 hari yang lalu.

Terlihat ratusan orang berada di dalam satu kolam menggunakan pelampung. Tempat tersebut akhirnya ditutup oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sumatera Utara dan Tim Gugus Tugas Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (2/10). Spanduk penutupan terbentang di pintu gerbang.

Wakil Ketua Operasi Satgas COVID-19 Sumatera Utara, Kol. Inf. Azhar Mulyadi mengatakan, kedatangan tim dari Satgas COVID-19 Provinsi Sumut dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan pengecekan. Sekaligus penutupan langsung atas kolam renang tempat wisata Hairos yang menjadi kewajiban Deli Serdang. 

“Kami melihat beberapa waktu yang lalu di sini telah tersiar (video) dan itu memang kenyataan. Setelah kami tinjau dan kami diperintah langsung oleh bapak Gubernur Sumatera Utara untuk menutup. Maka pagi ini sudah kami tutup,” kata Azhar. 

Menurutnya, kerumunan di kolam renang di Hairos Water Park adalah hal yang sangat tidak baik. Pada suasana pandemi, pelaku usaha malah tidak menepati atau mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Dan malah membuat satu pandemi atau klaster baru di Sumut khususnya Medan,” kata Azhar.

Azhar menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas dan meminta pelaku usaha lainnya tidak melakukan hal yang sama.

“Kami akan tegas. Tegas akan menutup mulai hari ini. Sama-sama kita bekerja sama untuk mencegah berkembangnya COVID-19 di Provinsi Sumut. Khususnya Kota Medan, Deli Serdang, Binjai. Ini saya tekankan. Berharap para pelaku usaha tidak mengulangi seperti hal ini lagi. Ini penekanan keras dari saya,” katanya.

Azhar menambahkan, selain penutupan, pihaknya juga akan melakukan patroli rutin pagi, siang dan malam ke Hairos. Juga di tempat wisata lain. Pihaknya juga mengimbau masyarakat supaya menghindari tempat keramaian.

“Tentang hal ini, nanti akan kami laporkan. Karena sebelumnya telah dipanggil pihak kepolisian. Tetapi jika ada penindakan, ini akan diproses lebih lanjut oleh Polrestabes Medan,” katanya.

Mengenai berapa lama Hairos Water Park akan ditutup, menurut Azhar, pihaknya akan melihat perkembangannya. Bisa seminggu. Bisa pula sebulan. Apabila tidak berubah, pihaknya akan secara total mengambil tindak sesuai petunjuk dari Gubernur Sumatera Utara.

“Untuk mengantisipasi supaya pelaku usaha yang lain tidak ada ikut-ikutan. Karena kita tahu ini sangat berbahaya sekali,” katanya.

Azhar menambahkan, di kolam renang tersebut kapasitasnya hanya sampai 400 orang. Namun yang terjadi, ternyata yang masuk ke kolam renang mencapai 750 orang.

“Iya, dilihat dari kemampuan tempat itu lebih kurang bisa 400. Padahal kalau pandemi itu harus separuhnya.  Ternyata kejadian kemarin sampai 750 orang. Jelas di sini sudah melanggar ketentuan yang ada dalam (aturan) COVID-19. Ini yang harus kita tindak dengan tegas,” katanya.

Camat Pancur Batu, Sandra Dewi Situmorang mengatakan, berdasarkan pemantauannya, hampir semua tempat usaha di Pancur Batu sudah buka. Namun pada 4 September lalu, pihaknya sudah memanggil pengelola tempat usaha di rumah dinas Camat.

“Memang tempat ini selama ini tidak seramai kemarin. Ada kegiatan promo. Di situ dia melebihi kapasitas,” kata Sandra. 

Sebenarnya selama ini baik dari Gugus Tugas Provinsi bahkan dari kecamatan sudah memantau tempat ini. Hanya saja, saat ada pesta kolam yang videonya viral tersebut, tidak ada permintaan izin kepada pemerintah. Begitu juga dengan rekomendasi ataupun pemberitahuan terkait kegiatan tersebut.

“Sehingga kami dari pemerintah kecamatan cukup kaget dengana viralnya pesta kolam di sini. Kalau di tempat lain yang sudah panggil sudah pastikan. Agar pantau jumlahnya,” kata Sandra. 

Sementara itu, General Manager Hairos Water Park Edi Syahputra enggan diwawancarai. Edi mengaku sedang banyak yang harus diurusnya dan diselesaikannya satu persatu.

“Mohon maaf ya. Jangan dulu wawancara saya ya. Saya lagi pusing 7 keliling ini. Maaf ya. No comment-lah sekarang ini ya. Maaf ya,” katanya. 

Menjelang tengah hari, Tim Gugus Tugas memasang spanduk penutupan di pintu gerbang masuk ke Hairos Water Park. Spanduk tersebut bertuliskan “Ditutup!!!  Tempat ini Dalam Pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara”. Pemasangan spanduk tersebut perhatian warga sekitar dan mengakibatkan kemacetan. (kmp/qn)

Sumber: https://medan.kompas.com/read/2020/10/02/14173471/video-viral-pesta-kolam-renang-saat-pandemi-hairos-water-park-deli-serdang?page=all

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar