Sri Negatif, Lanjut MCU

Sri Juniarsih sudah negatif dari COVID-1, sehingga bisa melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan untuk tahapan Pilkada 2020.

Akhirnya. Sri Juniarsih bisa melenggang ke tahapan pilkada 2020. Tahapan kesehatan, sebagai syarat penetapan calon. Setelah dinyatakan negatif COVID-19, Kamis (1/10). Usai melakukan uji usap (swab test) berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD dr Konujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

Kabar itu dibenarkan Sekretaris DPD PKS Berau, Sultan yang mendampingi Sri Juniarsih untuk tes kesehatan di Balikpapan. Hari ini (2/10), Sri Juniarsih kembali diagendakan melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan pasangan calon. Medical check up. Dan keesokan harinya, Sabtu (3/10), dilanjutkan psikotest.

“Insya Allah, setelah tes kesehatan langsung bertolak ke Berau,” katanya kepada Disway Berau, Kamis (1/10).

Menurutnya, sejak awal hasil sudah negatif. Pemeriksaan PCR di Berau sudah akurat. Kemungkinan imunitas Sri Juniarsih menurun. Faktor kelelahan. Karena setelah melakukan pendaftaran di KPU, Senin (28/9) malam, bakal pasangan calon harus bertolak ke Balikpapan untuk dijadwalkan pemeriksaan kesehatan. Yang diagendakan 30 September dan 1 Oktober.

Karena istri mendiang Muharram ini memiliki riwayat COVID-19, harus melakukan swab ulang. Karena waktu kian mepet. Pihaknya memutuskan untuk melakukan tes cepat molekuler (TCM), Selasa (29/9) lalu. Untuk mendapatkan hasil cepat. Namun, hasilnya kembali positif COVID-19.

“Tadi (kemarin) kami agendakan kembali swab test. Akhirnya negatif,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Setelah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Senin (28/9) malam, Sri Juniarsih bertolak ke Balikpapan keesokan harinya untuk jadwal pemeriksaan kesehatan calon. Ternyata, Ia kembali positif COVID-19. Hal ini menimbulkan pertanyaan.

Sekretaris DPD PKS Berau, Sultan, yang mendampingi Sri Juniarsih untuk pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, mengaku kebingungan dengan hasil berbeda yang sehari sebelumnya dilakukan di Berau. Dia membenarkan, hasil swab di rumah sakit itu kembali positif.

“Jadwal Ibu itu MCU (medical check up) tanggal 30 September dan 1 Oktober, beliau inikan mungkin kelalahan malam harinya harus ke KPU dan pagi langsung ke Balikpapan, atas permintaan KPU,”jelasnya kepada Disway.

Bisa jadi, kata Sultan, faktor kelelahan jadi salah satu penyebab, tapi pihaknya hanya mengikuti prosedur tahapan.

“Prosedurnya karena ibu itu Riwayat COVID-19 jadi harus swab dulu, kalau terkait hasil berbeda bisa ditanyakan ke Klinik Tirta di Berau,”terangnya.

Diungkapkannya, kondisi istri almarhum Muharram tersebut, dalam keadaan baik. Sementara istirahat dan menunggu informasi lebih lanjut. Pasalnya, pihak RSUD Dr Kanujoso, akan terlebih dahulu bersurat ke KPU Berau. Terkait hasil swab dari Sri Juniarsih.

“Yang jelas masih ada waktu tambahan 14 hari, nanti kami jadwalkan swab lagi, jika negatif yang pasti lanjut mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan,”ujarnya.

Tambahan waktu 14 hari yang dimaksud Sultan, berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor: 789/PL/02.2-SD/06/KPU/1X/2020, mengatur tentang penggantian calon. Di mana, bakal calon atau bakal pasangan calon yang dinyatakan positif COVID-19 diberikan waktu 14 hari. Sejak penetapan pasangan calon. Untuk melakukan penanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Semoga dilancarkan untuk melanjutkan tahapan, dan Ibu Sri benar-benar bebas dari COVID-19,”tandasnya. */JUN/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar