Pajak Hotel dan Restoran Normal


Kebijakan stimulus tidak diperpanjang untuk pajak hotel dan restoran.(Dok)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Paket stimulus, yaitu penghapusan pajak hotel dan restoran yang terdampak virus Corona tidak dilanjutkan. Atau kembali normal seperti sebelum kebijakan itu dikeluarkan.

Kepala Bapenda Berau, Sri Eka menjelaskan, stimulus terhitung Maret hingga Juli 2020. Namun tidak dilanjutkan sesuai kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Berau.

“Kebijakan tidak kami perpanjang lagi setelah melihat beberapa pertimbangan. Seperti ada kelonggaran keluar masuk daerah,” jelasnya kepada Disway Berau, Rabu (30/9).

Pertimbangan lainnya, tambahnya, pajak hotel dan restoran merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat besar.

Data di Bapenda Berau, ada 57 objek hotel dan 333 restoran yang aktif. Untuk hotel termasuk wisma, cottage, hotel dan penginapan. Sedangkan untuk restoran berupa katering perusahaan, warung makan dan restoran itu sendiri.

Eka menjelaskan, pajak hotel dan restoran memiliki sifat self assessment system. Yaitu sistem pemungutan pajak yang membebankan penentuan besaran pajak yang bersangkutan. Atau wajib pajak berperan aktif dalam menghitung, membayar dan melaporkan besaran pajaknya.

“Jadi ketika pandemi sedang sepi, hotel dan restoran membayar pajak selama ada tamu saja yang datang. Tidak dalam satu bulan,” jelasnya.

Dengan tidak adanya stimulus lagi, tambah Sri Eka, berpengaruh pada pergeseran target realisasi PAD untuk pajak hotel dan restoran. Target awal Rp 7,5 miliar untuk hotel, berubah menjadi Rp 4 miliar. Namun realisasi hingga 21 September baru Rp 2 miliar.

Untuk restoran, katanya, juga belum mencapai target. Dari target setelah adanya pergeseran Rp 20 miliar, realisasi sebesar Rp 14,4 miliar. Sedangkat target murni sebelumnya sebesar Rp 30 miliar.

“Dibandingkan realisasi September tahun lalu, angkanya berbeda jauh. Khususnya untuk restoran. Pada September 2019 pajak restoran terealisasi Rp 25,8 miliar dari target Rp 20 miliar. Dan untuk hotel per September realisasinya Rp 3,8 miliar dari target Rp 7 miliarm” ungkapnya. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini: