Alasan Terbentuknya Kartini ZIYAP Nunukan untuk Memperdayakan Wanita Perbatasan

NUNUKAN – Keberadaan kaum wanita tak bisa dilepaskan dari laju dan tersendatnya perkembangan sebuah negara.

Sejak era kemerdekaan hingga saat ini, tak sedikit sektor yang diisi wanita bahkan peran mereka cukup vital dalam memutar roda pembangunan nasional.

Terutama di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia. Seperti di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kabupaten dengan 21 kecamatan ini sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia. Sehingga peran wanita tak bisa dianggap sebelah mata.

Menyadari hal itu, ratusan wanita dari berbagai latar belakang bersepakat untuk mewujudkan kepemimpinan baru di Kaltara

Pastinya pemimpin yang dianggap dapat lebih memberdayakan kaum hawa dalam berbagai sektor.

Yaitu dengan melabuhkan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltara di Pilgub Desember 2020, Zainal Arifin Paliwang-Yansen Tipa Padan atau disingkat ZIYAP.

“Ada berbagai alasan kenapa kami percaya kepada ZIYAP hingga berinisiatif membentuk Kartini ZIYAP Nunukan beberapa waktu lalu. Pertama karena salah satu tujuan dari pasangan nomor urut 3 ini adalah untuk lebih memberdayakan peran wanita perbatasan,” tutur Ketua Kartini ZIYAP Nunukan, Hj. Saturiah, Rabu (30/9).

Istri pengusaha kondang H. Batto ini menjelaskan bahwa banyak sektor perekomiaan yang dapat dilakukan oleh kaum wanita.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) misalnya, apabila benar-benar didorong dan diberdayakan, tentu bukan hanya akan berdampak pada meningkatnya perekonomian keluarga, melainkan lebih dari itu

“Ketika ada calon pemimpin yang bersedia dan kami anggap mampu mewujudkanya, kenapa tidak kami mendukung? Karena apabila UMKM dan usaha dapat lebih bergeliat, tentu hasilnya bukan hanya kepada pelaku usaha itu, tapi akan berimbas pada geliat perekonomian masyarakat di perbatasan ini,” kata Saturiah.

Alasan lain atas keyakinan dari pihaknya terhadap paslon ZIYAP karena Yansen Tipa Padan merupakan asli putra kelahiran Krayan yang merupakan wilayah depan dari Indonesia yang langsung berhadapan dengan Malaysia.

“Secara emosional beliau tentu lebih peka dan mengerti solusi dari permasalahan di perbatasan ini,” imbuhnya

Wanita yang dikenal oleh masyarakat Nunukan sangat supel ini juga mengungkapkan, karena saking inginnya mereka ada perubahan ke arah yang lebih baik, dibentuklah Kartini ZIYAP Nunukan dengan cara swadaya.

Anggota Kartini ZIYAP Nunukan pun saat ini tak hanya wanita-wanita dari Pulau Nunukan saja. Namun juga dari Sebatik, wilayah calon DOB Kabudaya dan Krayan.

Latar belakang pun sangat beragam. Baiik etnis, agama hingga pekerjaan. “Nunukan ini bukan hanya milik saya, Anda atau mereka, tapi milik kita semua. Itulah juga alasan Kartini ZIYAP dibentuk. Yakni untuk mempererat keharmonisan kita, apapun latar belakangnya,” demikian Saturiah. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar