2020, PPU Surplus Beras Lagi

PPU, nomorsatukaltim.com – Stok beras di Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini surplus lagi. Kelesuan ekonomi dan pembatasan aktivitas selama masa pandemi. Rupanya tidak mempengaruhi produktivitas pertanian. Di kabupaten termuda kedua di Kaltim itu.

“Iya sampai bulan Agustus 2020  surplus 7 ribu ton lebih,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Surito Widarie, Kamis (1/10/2020).

Angka tepatnya 8.672 ton. Stok itu tersimpan di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Labangka, Babulu. Juga ada di lumbung milik masyarakat.

Dinyatakan surplus karena bila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan masyarakat PPU. Yaitu rata-rata 1.299 ton per bulan. Tingkat produktivitasnya masih melebihi. Jadi stok itu masih bisa untuk memenuhi kebutuhan hingga 6 bulan ke depan.

Itu baru hasil produksi sawah lokal. Jumlah itu masih ditambah pasokan dari luar daerah. Yang tercatat oleh tim dinas itu dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Tambahannya sekira 221 ton.

Pemkab belum membatasi pasokan beras dari luar. Karena secara regulasi itu boleh-boleh saja. Beras, kata Surito bukan komoditas yang diawasi. Jadi berlaku pasar bebas. Tentu juga ada perbedaan dari segi kualitas dan harganya.

“Jadi tinggal masyarakat yang memilih, mau beras lokal atau beras luar,” ucapnya.

Surplus beras di PPU sejatinya bukan sesuatu yang wow lagi. Sudah kerap terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Karena memang luasa sawah produktif di PPU masih memadai. Belum banyak tergerus komoditi perkebunan. Seperti daerah lainnya di Kaltim.

Dari 24.000 hektare petakan sawah, berkisar 18.000 – 21.000 hektare sawah produktif.

2020, PPU Surplus Beras Lagi

Sekali panen, rata-rata mencapai 4,2 ton satu hektare. Belum lagi, selama 3 tahun belakangan bisa dua kali panen dalam setahun.

Faktornya karena curah hujan tinggi. Sehingga sawah terairi maksimal. Kebutuhan air pertanian memang kadang jadi kendala. Makanya pemerintahan sedang membangun bendungan untuk mengatasi masalah itu.

Mengenai sirkulasi beras. Memang kebutuhan di PPU melimpah. Ada tambahan pula dari luar pulau. Tapi beras dari PPU juga disuplai ke daerah lain. Kabupaten Paser, Balikpapan, Samarinda, sampai Kalsel. Masih menjadi daerah yang menerima ‘lemparan’ beras dari PPU.

Meski begitu, surplus ini hanya terjadi pada komoditi beras. Satu dari 11 komoditi utama pangan. Sepuluh komoditi lainnya yakni jagung, cabai keriting, cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, minyak goring, gula pasir, dan bawang putih. Masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Ke depan, Pemkab melalui dinas terkait akan mengupayakan memiliki surplus untuk komoditi lainnya juga.

“Berbagai program kita adakan untuk meningkatkan ketahanan pangan,” tutup Surito. (rsy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar