Wisuda Online Bayar Rp 1,5 Juta, Mahasiswa: Kemahalan…

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Wisuda online perguruan tinggi disoal. Biayanya dianggap terlalu tinggi. Mahasiswa protes.

Keluhan itu, datang dari mahasiswa calon wisudawan, salah satu kampus swasta di Kota Minyak. Yang lokasinya di Karang Joang, STT Migas Balikpapan. Biaya wisuda online dinilai kemahalan. Untuk standar wisuda yang digelar secara daring. Pun di situasi pandemi saat ini.

“Biaya wisuda, Rp 1,5 juta. Itu biaya terlalu mahal. Di masa seperti ini (pandemi COVID-19). Perekonomian lagi turun-turunnya, banyak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” kata calon wisudawati, inisial SA, angkatan 2016.

Sebagai putri seorang karyawan yang bekerja di bidang transportasi, dampak pandemi terasa sampai pada pendapatan orang tuanya. “Itu biaya berat bagi saya. Oleh karena itu, saya berharap turun,” tambahnya. SA tidak sendiri.

Mahasiswi lain berinisial DH (23) berharap sama. Pihak kampus dapat menurunkan biaya wisuda online. Idealnya angkanya tidak lebih dari Rp 1 juta. Kata dia.

Baca juga: Antisipasi COVID-19, Pemkot Rencanakan Pembatasan Aktivitas Malam Masuk Perda

Bagi DH biaya dibawah Rp 1 juta justru wajar. Apalgi wisuda diselenggarakan secara online. Sebab dari perhitungan dirinya bersama beberapa calon wisudawan lain, jika online, mustinya rendah. “Itu hitung-hitungan kami, dengan asumsi harga paling tinggi,” katanya menegaskan.

Selain dinilai mahal pihak kampus juga dinilai tak transparan. Terhadap rincian penggunaan dana wisuda Rp 1,5 juta itu untuk apa saja. Kata DH, para calon wisudawan, telah melakukan audiensi dengan pihak kampus. Pihak kampus menyampaikan peruntukkan biaya tersebut. Diantaranya untuk toga, dekorasi ruangan dan rapid tes tamu undangan.

“Tapi rincian dananya, untuk apa saja, tidak disampaikan. Kampus hanya menyampaikan, peruntukkannya, tanpa disertai rincian biaya untuk tiap-tiap peruntukkan itu,” beber mahasiswa Teknik Perminyakan itu.

Karena rincian biaya tak disampaikan, memunculkan mosi tak percaya. Terhadap pengelolaan biaya wisudah. Hingga memunculkan dugaan adanya oknum-oknum kampus yang mengeruk untukng. Dari biaya wisuda di tengah pandemi.

“Jumlah calon wisudawan ada 362 orang. Dikalikan Rp 1,5 juta, dapatnya Rp 500-an juta. Tak ada transparansi dari kampus. Kalau bisa dirincikan dan rasional, mungkin kami bisa maklumi,” sahut ES, yang juga calon wisudawan.

Media ini coba mengkonfirmasi pihak kampus. Yaitu panitia penyelenggara wisuda. Namanya Hamriani. Dia membenarkan wisuda kampusnya tahun ini dilaksanakan secara online. “Saya tidak bisa komentar. Karena audiensi (mahasiswa dan kampus) sudah dilakukan. Keputusan sepenuhnya ada di lembaga. Jadi saya sebagai pelaksana, tidak bisa memberi komentar apapun,” katanya.

Baca berita lainnya: Jual Burung Enggang via Online, Syapriansyah Divonis 8 Bulan Bui

Berkaitan dengan harapan mahasiswa agar biaya wisuda diturunkan, pun anggapan tak transparannya kampus dalam hal ini, Hamriani menyerahkan sepenuhnya ke keputusan kampus.

“Kalau itu saya tidak memberikan komentar. Karena itu keputusan lembaga. Saya kembalikan ke lembaga. Saya hanya menjalankan keputusan lembaga,” tuturnya. (sah/boy)

Saksikan video menarik berikut ini: