Serapan APBD Kukar Rendah, Alif Turiadi: Pengaruhi Roda Perekonomian

Kukar, nomorsatukaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Alif Turiadi, menyoroti rendahnya penyerapan APBD Kukar 2020. Tentunya ini secara tidak langsung, berpengaruh dengan roda perekonomian yang ada di Kukar.

Alif menjelaskan, penyerapan APBD yang rendah diakibatkan perencanaan pembangunan yang disusun kurang sempurna. Oleh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan termasuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kukar.

“Yang memberikan perencanaan itu yang tidak matang,” ujar Alif pada Nomor Satu Kaltim belum lama ini.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Pemerintah Daerah Kukar, dari angka APBD Kukar 2020 yang mencapai Rp 5,6 triliun, penyerapan anggaran baru di angka sekitar 26 persen saja, atau sekitar Rp 1,5 triliun. Angka ini berdasarkan hasil laporan realisasi pendapatan semester pertama 2020 yang lalu.

Sementara untuk prognosis 6 bulan berikutnya terhadap pendapatan, hanya di angka Rp 2,5 triliun atau sekitar 44 persen dari anggaran yang ditetapkan.

Tidak bisa dipungkiri, hal ini juga disebabkan pandemi COVID-19 yang turut menerpa Kukar. Sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Sehingga menjadi dampak yang turut dirasakan pemerintah daerah, dan juga daerah lainnya se-Indonesia. (ADV/mrf/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar