Proyeksi Ekonomi Kaltim Triwulan III-2020, Membaik Meski Ada Tekanan

Balikpapan, nmorsatukaltim.com – Ekonomi Kaltim triwulan III-2020 diproyeksi akan lebih baik dari triwulan sebelumnya. Pada triwulan II, ekonomi Benua Etam mengalami kontraksi sebesar Rp5,46% (year on year). Hal itu sejalan dengan perekonomian nasional yang juga terkontraksi sebesar 5,32% (yoy).

Indikator membaiknya triwulan III-2020. Yaitu net surplus ekspor impor di Juli 2020 sebesar 808,1 juta USD. Angka itu meningkat dibanding net surplus bulan sebelumnya sebesar 783,75 juta USD.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono menjelaskan, perbaikan net surplus tersebut disebabkan oleh peningkatan ekspor pada dua komponennya. Yakni minyak dan gas serta nonmigas (peningkatan ekspor CPO dan pupuk).  “Ekspor itu sedikit surplus. Karena bulan Juli agak membaik dari bulan sebelumnya,” jelas Tutuk SH Cahyono saat dihubungi, Senin (28/9).

Indikator lainnya. Investasi di Kaltim. Pada triwulan II-2020 mengalami perbaikan dan sudah melewati titik terendahnya. “Penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di triwulan II mulai meningkat (qtq). Meskpiun pertumbuhan tahunannya masih kontraksi,” katanya. Akan tetapi, pembiayaan investasi langsung (PMA dan PMDN) serta perbankan domestik ke proyek Kaltim masih relatif tinggi.

Selain indikator ekspor impor, dan investasi serta pembiayaan. Tutuk menjelaskan berdasarkan survei konsumen Kaltim sampai Agustus 2020. Hasil survei konsumen menunjukkan indeks keyakinan dan sudah melewati titik terendahnya. Meskipun belum mencapai pada level titik optimis.

“Ekspektasi konsumen terhadap ekonomi ke depan sudah sangat optimis. Bahkan berada pada level yang lebih tinggi dibanding level beberapa bulan sebelumnya,” ujar Tutuk SH Cahyono kepada Disway Kaltim.

Baca Juga: Sudah Lewati Titik Terendah, Ekonomi Kaltim Kuartal III-2020 Diproyeksi Membaik

Kemudian sektor Pariwisata. Ia menilai kegiatan ekonomi terkait sektor pariwisata mengalami tekanan terbesar di triwulan II. Namun demikian sejak akhir Juni 2020. Sektor akomodasi dan transportasi domestik mulai membaik seiring pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat.

“Tekanan di sektor pariwisata masih relatif tinggi, namun beberapa indikator mulai membaik. Terbukti penerbangan domestik pada Juni, Juli sampai Agustus menunjukkan kenaikan,” sebut pria yang pernah bertugas di Balikpapan ini.

Selanjutnya, dari perkembangan stabilitas sistem keuangan Kaltim sampai Juli 2020. Berdasarkan datanya. Bahwa hingga Juli 2020, dari lokasi proyek (pembiayaan bisa berasal dari bank di Kaltim maupun luar Kaltim, dengan proyek berlokasi di Kaltim), pertumbuhan pembiayaan relatif tinggi sebesar 7,18% (yoy) dengan nominal yang masih meningkat.

“Pembiayaannya masih ada. Jadi kalau dari nasional besar dari sisi pembiayaan. Intinya dari sisi kegiatan masih ada. Tetapi tidak sekuat sebelumnya,” tandasnya.

Melihat beberapa indikator tersebut. Maka pihaknya memproyeksikan ekonomi Kaltim pada triwulan III-2020 akan membaik. “Meskipun masih ada tekanan,” ujarnya tanpa menyebut angka.

Dia menyebut penggerak utama ekonomi Kaltim bersumber pada batu bara. “Pada akhir tahun 2019 batu bara sudah tertekan. Ditambah COVID-19, tertekan belum juga reda. Tertekan dari sisi harga dan volume,” imbuh Tutuk.

Dia menambahkan langkah pemerintah daerah mempercepat pencairan stimulus seperti bantuan langsung tunai ke masyarakat juga memberikan dampak positif. “Hal itu meningkatkan konsumsi masyarakat. Meskipun belum pulih tetapi ada perbaikan,” kata dia lagi.

Pihaknya juga mendorong sektor-sektor lainnya untuk menggerakkan ekonomi Kaltim. Seperti sektor industri, pertanian dan sektor lainnya. “Sudah waktunya sektor lainnya untuk dipercepat,” pungkasnya. (fey/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar