Perketat Izin


Pemkot Tarakan Cari Solusi

TARAKAN, DISWAY – Musibah tanah longsor di Tarakan merupakan yang kesekian kali terjadi. Mencegah kembali terulang, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Tarakan.

Salah satu upaya yang akan dilakukan, seperti disampaikan Wali Kota Tarakan Khairul, memperketat izin pembangunan di daerah-daerah rawan bencana. Seperti tanah longsor yang terjadi di beberapa titik pada Senin (28/9) dini hari, yang merenggut korban jiwa.

“Memang perlu penegasan lagi dari pemerintah,” kata Wali Kota Tarakan Khairul, Senin (28/9), dilansir Antara.

Khairul mengatakan, rumah-rumah warga yang berada di lokasi longsor, dibangun di lahan yang memiliki kemiringan sekira 30 derajat. Dan, ia menilai itu sangat berbahaya. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota.

“Supaya tidak terulang lagi. Karena ini bukan hanya korban harta, tapi ada korban jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Ahmady Burhan mengatakan, imbauan telah disampaikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana tanah longsor.

“Sebagian masyarakat sudah mengerti dan mau merelokasi keluarganya ke tempat yang aman,” ujar Ahmady Burhan, Selasa (29/9).

Namun, ia juga mengakui masih ada masyarakat yang bertahan. Karena tidak memiliki tempat tinggal lain. Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kota Tarakan masih melakukan pembahasan terkait nasib warga yang tidak memiliki lahan tersebut, apakah akan mendapat ganti rugi atau tidak.

“Masih dibahas. Pak Wali Kota masih mencari jalan keluarnya. Soalnya ini sudah membahayakan. Kalau tetap dibiarkan, pasti akan kembali berulang musibah ini,” ujarnya.

Ahmady Burhan menyebut, dari 20 kelurahan di empat kecamatan se-Tarakan, banyak ditemui permukiman warga yang berada di kawasan perbukitan atau di bawah tebing. Namun yang menjadi atensi khusus Wali Kota, kata Ahmady Burhan, yakni beberapa kelurahan yang dilanda longsor pada Senin (28/9). Yakni Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah; Kelurahan Juata Permai dan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara; Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat.

“Memang rata-rata kondisi daratan Tarakan ini berbukit-bukit. Terutama yang di daerah pinggiran,” katanya.

Lanjutnya, saat ini petugas BPBD Tarakan telah dikerahkan membantu korban longsor membersihkan rumah. Lalu, pihaknya juga mendirikan tenda darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. *

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar