Integrasikan Layanan Sosial Dasar

SALAH satu posyandu peserta lomba pelaksana posyandu terbaik tingkat provinsi.(HUMAS PEMPROV KALTARA)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu adalah suatu upaya menyinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat. Meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak,  peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga, dan kesejahteraan sosial.

“Jadi fungsi posyandu bukan hanya aspek kesehatannya, yaitu untuk anak, bayi dan balita, melainkan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pangan,” Kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kaltara, Amir Bakry, Senin (28/9) lalu.

Terkait hal ini, DPMD Kaltara sedang menyelenggarakan lomba pelaksana posyandu terbaik tingkat provinsi, sebagai bentuk penguatan fungsi posyandu. Sebanyak 4 posyandu kabupaten dan kota yang mewakili daerahnya masing-masing akan dinilai, kecuali Kabupaten Malinau, karena ada beberapa hal yang tidak siap.

“Kabupaten Bulungan diwakili oleh Posyandu Kasih Ibu dari Bunyu, Kabupaten Nunukan diwakili oleh Posyandu INTI dari Sebatik, Kabupaten Tana Tidung diwakili Posyandu Seroja, dan Kota Tarakan sendiri diwakili oleh Posyandu Permata dari Karang Balik,” sebutnya.

Posyandu yang mengikut lomba, ialah posyandu dengan tingkat purnama dan mandiri. Dan, merupakan posyandu yang sudah mendapat mandat dari daerah (sekretaris daerah atau kepala daerah), yaitu posyandu yang terpilih atau terbaik di kabupaten atau kota yang telah melaksanakan seleksi di daerah setempat.

“Posyandu tersebut akan dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari DPMD Provinsi dalam kegiatan sosialnya yang menggunakan dana desa, Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi dalam penanganan gizi, stunting dan promosi kesehatan, serta dari PKK provinsi untuk kegiatan administrasi posyandunya,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar Posyandu, DPMD Kaltara dalam upaya penguatan posyandu memiliki moto “Bukan Posyandu Biasa”, dengan inovasinya RINDU (Revitalisasi Integrasi Pos Pelayanan Terpadu).

“Kami sudah membuat pokjanal (kelompok kerja operasional) posyandu di setiap desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Dengan itu, diharapkan dapat mendukung moto kami yaitu Bukan Posyandu Biasa,” Katanya.

Selanjutnya, keberhasilan pengelolaan posyandu sangat memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain itu, diperlukan adanya kerja sama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya, termasuk kader. HMS/REY

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar